Trenggaleknjenggelek - Sebuah legenda tua masih hidup di tengah masyarakat Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Cerita turun-temurun ini diyakini sebagai asal-usul dari tradisi budaya Grebeg Songo-Songo yang hingga kini tetap dilestarikan oleh warga.
Menurut kisah, pada masa kejayaan Kerajaan Mataram, kawasan di lereng selatan Gunung Wilis ini pernah dilanda pagebluk. Penduduk hidup menderita hingga kabar tersebut sampai ke Keraton Mataram. Raja kemudian mengutus Tumenggung Wiroguno bersama sembilan prajurit pilihan yang masing-masing membawa pusaka sakti, seperti Cemeti Sodolanang, Keris Kyai Sengkelat, Tombak Nenggolo, hingga Songsong Tunggul Wulung.
Perang Melawan 99 Naga Siluman
Setibanya di wilayah itu, Wiroguno mendapati bahwa sumber malapetaka berasal dari ulah 99 naga siluman yang dipimpin makhluk raksasa bernama Mbah Gimbal. Pertempuran sengit pun terjadi, namun pasukan kerajaan sempat mengalami kekalahan.
Tak menyerah, Tumenggung Wiroguno melakukan tapa brata di Pertapaan Ringin Putih selama 99 hari. Dari semedi itu, ia mendapat petunjuk: seluruh pusaka sakti harus disucikan dengan air dari sembilan sumber, ditampung dengan sembilan kendi, lalu disatukan dalam Bejono Ageng.
Setelah prosesi jamasan, pasukan kembali berperang sambil melantunkan Asmaul Husna sebanyak 99 kali. Akhirnya, Mbah Gimbal dan para naga siluman berhasil ditumpas.
Asal Nama “Sumurup”
Kemenangan itu membawa kedamaian bagi warga. Sebagai penanda, Tumenggung Wiroguno menamai desa tersebut Sumurup yang berarti:
Su: baik, luhur
Murup: semangat menyala
Selain itu, ditanam pula pohon Menjalin Tulak sebagai pusaka sekaligus pengingat bagi generasi selanjutnya.
Tradisi Grebeg Songo-Songo
Untuk mengenang perjuangan tersebut, masyarakat kemudian menggelar tradisi Grebeg 99 atau Songo-Songo.
Ritual budaya ini menjadi wujud rasa syukur, doa bersama untuk keselamatan, serta sarana menjaga warisan leluhur. Hingga kini, Grebeg Songo-Songo masih menjadi bagian penting dari identitas Desa Sumurup. (Gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung