Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

GMNI Trenggalek Prihatin atas Meninggalnya Santri, Desak Investigasi Kemenag

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 11 September 2025 | 02:29 WIB
RSUD dr Soedomo Trenggalek dikabarkan naik kelas.
RSUD dr Soedomo Trenggalek dikabarkan naik kelas.

TRENGGALEKNJENGGELEK – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang santri berusia 13 tahun dari salah satu pondok pesantren di Trenggalek.

Santri tersebut sebelumnya dilaporkan sakit, sempat mendapat perawatan di pondok, hingga akhirnya meninggal dunia saat dirawat di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Sekretaris Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI STIT Sunan Giri Trenggalek, Muhammad Taufiq Hidayatulloh, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar duka kemanusiaan, tetapi juga diduga kuat akibat kelalaian dalam penanganan kesehatan santri.

“Sejatinya santri adalah anak didik yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan dan pengasuhan pondok. Maka setiap aspek keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraannya merupakan kewajiban mutlak pondok pesantren,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

GMNI Trenggalek menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius dan menyampaikan sikap tegas. Mereka mengecam adanya dugaan kelalaian yang membuat penanganan kesehatan santri terlambat.

Organisasi mahasiswa itu juga menekankan bahwa keselamatan santri harus menjadi prioritas utama, sehingga pondok pesantren wajib memiliki mekanisme layanan kesehatan yang memadai.

Selain itu, GMNI mendesak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan independen terhadap kasus tersebut.

Pengawasan berkala di pesantren juga harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Tidak hanya itu, GMNI juga meminta seluruh pondok pesantren di Trenggalek segera melakukan evaluasi internal demi memperbaiki sistem layanan kesehatan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan hak hidup dan keselamatan santri benar-benar dijunjung tinggi.

“Dan kelima, kami mengajak masyarakat, wali santri, hingga pemangku kepentingan untuk lebih aktif mengawasi praktik pengasuhan di pesantren. Jangan sampai tragedi serupa terulang kembali,” tegas Taufiq.

Ia menambahkan, setiap nyawa santri merupakan amanah yang harus dijaga. “Tragedi ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, agar keselamatan dan kesehatan santri ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya,” pungkasnya. (kho)

BERAKSI: Aksi pencurian di sekolah tertangkap kamera CCTV, kemarin.
BERAKSI: Aksi pencurian di sekolah tertangkap kamera CCTV, kemarin.
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#kesehatan #santri #gmni trenggalek #pondok pesantren