Trenggaleknjenggelek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (pemprov) juga pemerintah pusat terkait kegiatan pemulihan bencana. Pasalnya, upaya pemulihan pasca-bencana tersebut mencatat capaian penting.
Buktinya, proyek rehabilitasi infrastruktur rusak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gedangan, Kecamatan Panggul, dinyatakan selesai 100 persen setelah melalui proses penghitungan dan verifikasi bersama lintas instansi.
Untuk itu beberapa waktu lalu, tim gabungan dari Pemkab Trenggalek, Pemprov Jawa Timur, serta perangkat Desa Kertosono dan Desa Panggul turun langsung ke lapangan. Tinjauan dilakukan menyeluruh, memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur yang sempat terdampak bencana benar-benar tuntas.
“Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan penghitungan bersama. Kami ingin memastikan semua pekerjaan sudah selesai sesuai rencana, mulai dari hulu sampai hilir,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono.
Baca Juga: Kementerian Haji dan Umrah Baru Dibentuk, Layanan di Trenggalek Masih Ditangani Kemenag
Menurut Triadi, koordinasi yang terbangun antara pemerintah daerah, provinsi, dan desa menjadi kunci keberhasilan. Setiap titik kerusakan akibat bencana, baik tanggul jebol maupun sistem drainase yang terganggu, diperiksa dengan cermat agar tidak ada detail yang terlewat.
“Hasilnya sangat melegakan. Berdasarkan penghitungan bersama, rehabilitasi infrastruktur DAS Gedangan sudah rampung 100 persen. Ini bukti kerja sama lintas sektor berjalan baik, dan masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” imbuh Triadi.
Baca Juga: GMNI Trenggalek Prihatin atas Meninggalnya Santri, Desak Investigasi Kemenag
Dengan selesainya proyek tersebut, fungsi vital DAS Gedangan kini kembali normal. Infrastruktur penahan banjir yang sempat rusak telah diperbaiki, sistem drainase diperkuat, dan daya dukung kawasan sebagai penopang kehidupan masyarakat setempat kembali optimal.
“Pemulihan ini bukan hanya soal memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga mengembalikan rasa aman warga. Kami ingin memastikan bahwa kejadian serupa di masa depan bisa diminimalisir,” ujar Triadi.
Baca Juga: Diskomidag Trenggalek Bubarkan 256 Koperasi Tidak Aktif
BPBD berharap rampungnya rehabilitasi ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
“Kerja kita belum berhenti di sini. Paling penting adalah bagaimana pemeliharaan infrastruktur ini berkelanjutan, dan masyarakat tetap siap siaga,” pungkas Triadi.(jaz)