Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kunjungan Perpustakaan Trenggalek 2025 Capai 24 Ribu, Layanan Offline Masih Jadi Andalan

Akhmad Nur Khoiri • Senin, 15 September 2025 | 04:53 WIB
Kunjungan perpustakaan di Trenggalek meningkatkan di awal semester 2025.
Kunjungan perpustakaan di Trenggalek meningkatkan di awal semester 2025.

TRENGGALEKNJENGGELEK – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disippus) Trenggalek mencatat jumlah pengunjung perpustakaan hingga pertengahan tahun 2025 mencapai 24.174 orang.

Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap layanan perpustakaan masih cukup tinggi, meski strategi layanan dan kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Plt Kabid Perpustakaan Disippus Trenggalek, Kustini, menjelaskan, tahun 2025 ini pihaknya tidak mengambil program pekan literasi seperti tahun lalu.

Sebagai gantinya, dipilih program lain yang lebih berjenjang seperti lomba bertutur, penguatan perpustakaan desa (perpusdes), serta kegiatan khusus mengenai naskah kuno.

“Pekan literasi memang tidak kita ambil tahun ini, karena kita arahkan pada program lain yang sifatnya berkelanjutan,” ungkap Kustini.

Data menunjukkan, pengunjung dewasa masih mendominasi dengan 2.276 laki-laki dan 5.752 perempuan.

Layanan mobil perpustakaan keliling juga cukup diminati, mencatat 3.796 pengunjung. 

Sementara pengunjung anak-anak tercatat 2.808 orang. Hingga pertengahan tahun, layanan digital berupa website maupun OPAC belum mencatatkan aktivitas berarti.

Kustini mengakui, pola kunjungan tahun ini menunjukkan kecenderungan berbeda: layanan offline masih jauh lebih banyak dimanfaatkan ketimbang layanan digital.

"Hal ini terjadi meski di tengah gencarnya dorongan pemerintah pada transformasi digital," katanya.

Selain itu, beberapa program pojok baca juga belum berjalan maksimal.

Pojok baca di Mal Pelayanan Publik (MPP) masih aktif, tetapi fasilitas serupa di Alun-alun Trenggalek justru berhenti karena keterbatasan SDM dan anggaran.

"Alun-alun masih off karena Sabtu-Minggu kami tetap buka di perpustakaan pusat, sementara tenaga terbatas,” tambahnya.

Jika dibandingkan tahun 2024, kunjungan perpustakaan mencapai 49.772 orang, dengan puncak terjadi pada Desember.

Tahun 2025 berpotensi menyamai angka tersebut, tetapi catatan kritisnya, layanan digital tidak menunjukkan pertumbuhan signifikan dan beberapa titik layanan baca malah berhenti beroperasi.

Artinya, meski angka kunjungan masih terjaga, transformasi layanan berbasis teknologi dan pemerataan akses literasi masih menghadapi tantangan besar di Trenggalek. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#Disippus Trenggalek #perpustakaan #kunjungan