'
TRENGGALEK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek harus terus mendampingi proses relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh.
Pasalnya, pemantauan langsung dilakukan BPBD Trenggalekguna memastikan pembangunan hunian relokasi berjalan sesuai rencana serta memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, menegaskan bahwa pendampingan tidak hanya berhenti pada aspek pembangunan fisik rumah, tetapi juga fasilitas penunjang lain yang diperlukan warga.
Hal itu dilakukan agar warga terdampak merasa nyaman ketika tinggal seperti di rumah semula.
“Relokasi ini harus benar-benar tuntas. Tidak hanya soal rumah, tapi juga sarana prasarana yang membuat warga bisa nyaman dan berdaya guna di tempat baru,” ungkapnya.
Dalam catatan BPBD, terdapat 76 kepala keluarga (KK) terdampak tanah gerak yang harus direlokasi ke Desa Ngrandu.
Warga tersebut sebelumnya tinggal di kawasan rawan longsor dengan tingkat kerentanan tinggi sehingga relokasi menjadi pilihan utama untuk menjamin keselamatan.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD juga mengawal rencana pembangunan masjid di kawasan relokasi.
Menurut Triadi, keberadaan fasilitas ibadah sangat penting karena menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa warga yang pindah ke Ngrandu tidak hanya mendapat tempat tinggal, tetapi juga fasilitas untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Masjid ini salah satu yang sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Baca Juga: Tanggul Sungai Temon Jebol, BPBD Trenggalek Evakuasi Warga Terdampak
Sosialisasi pembangunan masjid disampaikan langsung oleh berbagai pihak yang membantu jalannya pembangunan.
Kehadiran masjid diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan warga di lingkungan baru.
Triadi menambahkan, sinergi antara berbagai pihak seperti BPBD, Baznas, Pramuka Peduli, dan berbagai pihak lain menjadi bukti nyata gotong royong dalam penanganan bencana.
“Relokasi ini bukan hanya memindahkan warga, tetapi membangun kembali kehidupan mereka. Karena itu kami harus pastikan setiap tahap berjalan baik, sesuai kebutuhan, dan melibatkan semua pihak,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, BPBD Trenggalek berharap proses relokasi di Desa Ngrandu benar-benar bisa memberikan rasa aman, nyaman, serta mendukung ketahanan sosial bagi warga terdampak bencana tanah gerak. (jaz/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah