TRENGGALEK - Kawasan ‘segita tiga emas’ Durenan hingga kini masih belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Termasuk kondisi jalan sekitar 800 meter tidak layak dilewati ketika hujan turun.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan tersebut tergolong dekat dengan jalur provinsi yang ada di Trenggalek.
Selain dekat dengan jalur provinsi, berada dekat dengan falisilitas publik Pasar Hewan serta Terminal Durenan Trenggalek.
Meski dekat dengan jalur provinsi serta sarana publik penting, masih belum mendapatkan sentuhan pembangunan lebih lanjut.
Tak jarang warga yang melintas harus berhati-hati ketika atau pasca-hujan. Sebab genangan akan terlihat.
Jika melintas akan besar risiko jatuh ke dalam kubangan air. “Ya tidak berani meneruskan perjalanan, ada genangan air dan tidak tahu kedalamannya,” katanya salah satu pengendara, Firmansyah, Jumat (5/10).
Dia mengaku, lebar jalan tergolong ideal untuk kendaraan besar, namun mayoritas masih berupa tanah. Hanya sebagian pasir dan batu yang berada di akses masuk jalan atau dari arah timur.
Dia menjelaskan, jika ada pembangunam jalur tersebut bisa alternatif untuk menghidari kemacetan di simpang empat durenan. “Mudah-mudahan ada perbaikan supaya membantu kelancaran aktivitas warga,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat Zainudin menjelaskan jika jalan di Desa Durenan hampir tujuh tahun lalu. Dengan panjang jalan sekitar 800 meter.
Namun warga tidak mengetahui secara persis alasan dari pemkab atau pemprov tidak meneruskan kelanjutan proyek.
“Dulu pernah dari bupati yang lama, katanya kewenangan provinsi. Dari warga tidak perlu tahu, terpenting jalan bisa digunakan,” ujar pria tambun ini.
Baca Juga: HUT TNI KE-80, TNI Siap Kawal Ketahanan Pangan Bersama Rakyat Trenggalek
Jika memang ada keseriusan, maka jalan ini tetap merupakan aset dari pemerintah dan bisa dimanfaatkan warga.
Saat jalan sudah baik, maka aktivitas warga akan lancar dan ekonomi bisa bergeliat di sekitar lokasi yang dekat dengan terminal dan pasar hewan.
“Kan buang-buang anggaran jika tidask diteruskan jalan ini dan dibiarkan terbengkalai,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dulu memang Durenan ini digadang-gadang sebagai kawasan ‘emas’. Sebab jalur strategis masuk ke Trenggalek dan Tulungagung. Jadi memang mobilitas kendaraan tergolong tinggi. (gun)