TRENGGALEK - Keteguhan, kepedulian, dan semangat juang seorang perempuan tampak jelas dalam sosok Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Trenggalek, Ida Khoiriyah, yang terpilih di awal Februari 2025.
Tidak hanya dikenal sebagai pendidik yang menginspirasi di dunia pendidikan, Ning Ida, sapaan akrabnya, juga menjadi motor penggerak kemajuan organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama di wilayahnya.
Sejak awal mengemban amanah sebagai ketua Fatayat NU Kabupaten Trenggalek, Ning Ida memandang Fatayat NU bukan sekadar wadah organisasi, melainkan ruang pemberdayaan perempuan muda agar lebih berdaya, cerdas, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, serta keagamaan.
“Fatayat NU harus menjadi rumah yang hangat bagi perempuan muda, tempat belajar, berjuang, dan berkontribusi untuk masyarakat,” tuturnya.
Sebagai seorang pendidik, Ning Ida telah lama terjun di dunia pendidikan dan dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan generasi muda.
Dia meyakini bahwa perubahan besar dimulai dari pendidikan dan keteladanan. Maka, dalam setiap langkahnya, dirinya selalu mengaitkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dengan semangat modernitas dan pemberdayaan.
Di bawah kepemimpinannya, Fatayat NU Trenggalek mulai dikenal luas melalui berbagai program sosial, pendidikan, dan pelatihan keterampilan perempuan. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, literasi digital, hingga kegiatan dakwah kreatif yang menyasar generasi milenial.
“Perempuan Fatayat harus bisa adaptif dengan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Islam dan tradisi NU,” tegasnya.
Selain aktif di organisasi, Ida juga kerap turun langsung ke masyarakat, mendengarkan aspirasi dan kebutuhan anggota di tingkat ranting. Sikapnya yang rendah hati dan mudah bergaul membuatnya disegani tidak hanya oleh kader Fatayat, tetapi juga oleh tokoh masyarakat dan kalangan muda Trenggalek.
Kini, di bawah kepemimpinan Ida Khoiriyah, Fatayat NU Trenggalek menunjukkan geliat baru. Keanggotaan semakin bertambah, kegiatan semakin variatif, dan semangat kaderisasi terus menguat.
“Cita-cita saya sederhana, agar Fatayat NU Trenggalek semakin dikenal dan dicintai masyarakat, menjadi organisasi perempuan yang maju, mandiri, dan memberi manfaat bagi umat,” ujarnya. (gun/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah