TRENGGALEK – Seluruh dapur yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek tercatat belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Fakta di Trenggalek ini terungkap dalam evaluasi terbaru yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama tim Satgas Percepatan MBG Kabupaten Trenggalek.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Trenggalek, dr Saeroni, menyampaikan bahwa dari hasil evaluasi, 23 dapur MBG yang saat ini beroperasi belum memiliki sertifikat kelayakan higienis sebagaimana disyaratkan pemerintah pusat.
Ditambah, 8 dapur di antaranya juga belum mengikuti pelatihan keamanan pangan dan saat ini akan dijadwalkan.
“Dari hasil evaluasi kemarin, seluruh dapur MBG yang sudah beroperasi memang belum memiliki SLHS. Ini menjadi salah satu fokus utama kami untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya, Selasa (7/10/2025).
Menurut dia, Pemkab Trenggalek telah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat pemenuhan standar tersebut.
Dalam waktu dekat, tim akan memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh pengelola dapur agar mereka memahami prosedur dan persyaratan pengajuan SLHS.
“Rencananya pada Sabtu dan Minggu akan kami gelar bimbingan teknis. Tujuannya agar seluruh dapur MBG bisa segera mengajukan dan memenuhi syarat penerbitan SLHS,” tambah Saeroni.
Saeroni menegaskan, pemenuhan standar higiene bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting untuk menjamin keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat program nasional tersebut.
“SLHS adalah ketentuan wajib dari pemerintah pusat. Jadi, sebelum melangkah lebih jauh, dapur-dapur ini harus memenuhi ketentuan tersebut sesuai pedoman yang berlaku,” tegasnya.
Pemkab Trenggalek menargetkan seluruh SPPG MBG dapat segera memiliki SLHS seperti yang ditetapkan pemerintah pusat, yaitu maksimal akhir bulan ini.
Tujuannya agar penyediaan makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan layak konsumsi.
Dengan begitu, implementasi program nasional ini di daerah benar-benar membawa manfaat bagi peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
“Saat ini pengurusan SLHS itu masih proses. Semoga bisa tercapai tepat waktu,“ ujar pria yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG di Trenggalek ini. (jaz/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah