Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Desa Wonoanti Trenggalek, Sentra Anyaman Bambu Penggerak Ekonomi Warga Turun Temurun

Gunawan Awan • Kamis, 9 Oktober 2025 | 21:06 WIB
Makrup, salah satu pengrajin anyaman bambu asal Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek.
Makrup, salah satu pengrajin anyaman bambu asal Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek.

 

TRENGGALEK -  Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, dikenal sebagai salah satu sentra industri kerajinan bambu terbesar di Kabupaten Trenggalek.

Hampir setiap hari, puluhan warga desa setempat memproduksi berbagai jenis anyaman, terutama caping atau topi bambu yang menjadi ciri khas desa setempat dan Trenggalek ini.

Salah satu pengrajin, Mahrup menuturkan, dalam sehari mampu membuat antara empat hingga lima buah caping khas Trenggalek ini.

Setiap caping dijual dengan harga berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 12.000, tergantung kondisi pasar.

Baca Juga: Sambal Rujak Trenggalek: Kuliner Tradisional yang Melegenda

Biasanya hasil kerajinan kami dititipkan ke pasar atau pengepul yang datang setiap minggu,” ujar Mahrup, Kamis (9/10/2025).

Kepala Desa Wonoanti, Yanto, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen warga Wonoanti bekerja sebagai pengrajin anyaman bambu.

Hampir di setiap rumah warga, aktivitas membuat anyaman bambu menjadi kegiatan harian yang sudah berlangsung turun-temurun.

“Ini bukan hanya bentuk kreativitas, tapi juga bagian dari ketahanan ekonomi warga kami,” kata Yanto.

Baca Juga: 8 Kesalahan Saat Minum Teh yang Bisa Membuat Kita Bermasalah

Dia berharap ke depan, produk anyaman bambu dari Wonoanti semakin dikenal luas, tidak hanya di wilayah Trenggalek, tetapi juga hingga luar daerah.

“Semoga kerajinan ini bisa terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan utama warga, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Wonoanti,” jelasnya.

Baca Juga: Kucai, Tanaman Kecil dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan Tubuh dan Potensi Ekonomi Masyarakat

Industri anyaman bambu di Wonoanti kini menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal dan keterampilan tradisional mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat pedesaan di Trenggalek.(gun)

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menyerahkan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 kepada Parmin Sastro Wijono di Hotel Gets Semarang, Jumat (19/9/2025) lalu.
Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menyerahkan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 kepada Parmin Sastro Wijono di Hotel Gets Semarang, Jumat (19/9/2025) lalu.
Parmin Sastro Wijono memimpin rapat evaluasi kinerja semester 1 The Lawu Group.
Parmin Sastro Wijono memimpin rapat evaluasi kinerja semester 1 The Lawu Group.
Parmin Sastro Wijono bersama istri dan anaknya saat menghadiri malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 di Hotel Gets Semarang, Jumat (19/9/2025) lalu.
Parmin Sastro Wijono bersama istri dan anaknya saat menghadiri malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2025 di Hotel Gets Semarang, Jumat (19/9/2025) lalu.
Photo
Photo
Photo
Photo
Yamaha Filano.
Yamaha Filano.
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#industri #bambu #anyaman