TRENGGALEK - Menjadi mahasiswa bukan berarti hanya duduk di bangku kuliah dan menunggu waktu kelulusan. Hal itu dibuktikan Dela Siti Nurjanah, mahasiswi asal Desa Rejowinangun, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, yang sukses menjalankan bisnis sambil tetap aktif dalam dunia perkuliahan.
Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa di luar Trenggalek, Dela mampu melihat peluang usaha yang menjanjikan, khususnya di era digital seperti saat ini.
Dia mulai merintis bisnis sejak awal masuk kuliah dengan memanfaatkan tren kebutuhan masyarakat Trenggalek mupun di luar daerah yang semakin meningkat melalui platform online.
“Di sela kuliah, saya bisa menjalankan bisnis. Karena bisnis mahasiswa zaman sekarang jauh lebih dimudahkan dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat melalui online,” ungkap Dela, Jumat (10/10/2025).
Dela memilih menjual produk fashion sebagai langkah awalnya. Kini, dia aktif sebagai reseller dari sebuah toko pakaian ternama dan terus memperluas jangkauan pemasarannya lewat media sosial.
Menurut dia, bisnis online sangat cocok bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu, tapi ingin tetap produktif dan mandiri secara finansial.
Tak hanya itu, lewat usaha yang dijalaninya, Dela berhasil meringankan beban orang tuanya dan bahkan mampu membayar sendiri uang kuliahnya.
“Sejak saat itu saya mulai menjual berbagai macam produk fashion atau pakaian. Dari aktivitas bisnis ini, saya mampu meringankan beban orang tua. Selain itu, berkat bisnis ini juga mampu membayar uang kuliah sendiri,” katanya.
Meski telah menikmati hasil dari usahanya, Dela tetap menomorsatukan pendidikan.
Dia meyakini bahwa pendidikan merupakan bekal penting untuk menghadapi masa depan.
“Meski demikian, saya tetap berpegang bahwa pendidikan juga yang utama. Karena itu tetap melanjutkan untuk dijadikan modal meraih masa depan,” pungkasnya.
Dela menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai berkarya.
Dengan memanfaatkan peluang yang ada dan keberanian untuk mencoba, setiap mahasiswa bisa mandiri sejak dini, baik secara ekonomi maupun dalam menyiapkan masa depan. (bim/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah