Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Trenggalek Dikucuri DAK Tahun 2026 Rp 19 Miliar untuk Dua Infrastruktur Vital yang Rusak Parah

Zaki Jazai • Kamis, 16 Oktober 2025 | 02:59 WIB

 

Dinas PUPR Trenggalek akan lakukn perbaikan ruas jalan Malasan sampai perbatasan Tulungagung, dan yang kedua untuk jembatan Bangunsari di Pule. Totalnya sekitar Rp 19 miliar.
Dinas PUPR Trenggalek akan lakukn perbaikan ruas jalan Malasan sampai perbatasan Tulungagung, dan yang kedua untuk jembatan Bangunsari di Pule. Totalnya sekitar Rp 19 miliar.

 

TRENGGALEK - Di tengah keterbatasan anggaran untuk pembangunan jalan di Kabupaten Trenggalek, warga Desa Malasan, Kecamatan Durenan, dan Dusun Bangunsari, Desa/Kecamatan Pule, akhirnya bisa bernapas lega.

Pasalnya, setelah bertahun-tahun menunggu, dua infrastruktur vital di Kabupaten Trenggalek yang selama ini rusak parah bakal segera diperbaiki lewat alokasi dana alokasi khusus (DAK) tahun 2026 senilai Rp 19 miliar dari pemerintah pusat.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, membenarkan kabar tersebut.

Dia menjelaskan, dana itu akan digunakan untuk dua proyek utama yaitu perbaikan ruas jalan Malasan hingga perbatasan Tulungagung dan pembangunan jembatan di Dusun Bangunsari, Desa/Kecamatan Pule, yang putus akibat bencana beberapa tahun silam.

“Alhamdulillah kemarin sudah terverifikasi dan terakomodasi. Yang pertama untuk ruas jalan Malasan sampai perbatasan Tulungagung, dan yang kedua untuk jembatan Bangunsari di Pule. Totalnya sekitar Rp 19 miliar,” ujarnya.

Dia merinci, perbaikan jalan Desa Malasan akan menggunakan konstruksi hotmix dengan anggaran Rp 7,7 miliar, sementara jembatan Bangunsari akan dibangun kembali menggunakan balok girder dengan biaya sekitar Rp 12 miliar.

Menurut Anjang, kondisi keduanya saat ini tergolong memprihatinkan. Jalan di Desa Malasan telah lama rusak berat dan sering dikeluhkan warga karena memperlambat waktu tempuh antarwilayah.

Sementara itu, jembatan Bangunsari hingga kini hanya bisa dilalui lewat jalur darurat seadanya.

“Keduanya sangat vital. Jalan rusak tersebut menghambat mobilitas warga, sedangkan jembatan putus jelas memutus konektivitas antarwilayah,” ujarnya.

Anjang menambahkan, proyek pembangunan akan dimulai pada 2026 setelah dokumen perencanaan disiapkan pada 2025  ini.

“Setelah ini diakomodasi, tugas kita menyiapkan dokumen perencanaannya dulu. Tahun depan baru bisa dilaksanakan. Harapan kami bisa segera dikerjakan di awal tahun,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa Trenggalek menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Jawa Timur yang tahun ini berhasil mendapatkan alokasi DAK sektor infrastruktur.

Hal itu dianggap sebagai capaian penting di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang ketat.

“Ini kabar baik bagi masyarakat Trenggalek di tengah keterbatasan fiskal daerah. Setidaknya dua wilayah dengan akses vital bisa segera tersambung kembali,” pungkasnya. (jaz/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#jalan rusak #trenggalek #infrastruktur