TRENGGALEK - Balai Benih Ikan (BBI) milik Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek kini tidak hanya berfokus pada pembenihan dan pengembangan budidaya ikan, tetapi juga menjalankan peran penting sebagai pusat edukasi perikanan bagi masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Trenggalek untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sektor perikanan sejak dini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Kegiatan edukatif di BBI Trenggalek melibatkan pelajar dari berbagai jenjang, terutama PAUD, SD, dan SMP.
Mereka diajak mengenal berbagai jenis ikan air tawar, cara pemeliharaan, serta pentingnya menjaga kebersihan air dan lingkungan kolam.
Anak-anak bahkan diberi kesempatan melihat langsung proses pembenihan, pakan alami, hingga simulasi panen ikan.
Meski memiliki dampak positif, pengembangan program edukasi ini tidak lepas dari berbagai tantangan.
Salah satunya adalah keterbatasan sarana dan prasarana di area BBI, yang belum sepenuhnya memadai untuk kegiatan edukatif berskala besar.
Selain itu, perubahan cuaca ekstrem dan kualitas air yang fluktuatif turut memengaruhi keberhasilan pembenihan ikan, sehingga membutuhkan perawatan ekstra dari petugas.
Plt Kepala Dinas Perikanan Trenggalek Cusi Kurniawan menegaskan, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan dan inovasi.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan benih ikan yang berkualitas, tetapi juga menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem perairan dan mengonsumsi ikan untuk kesehatan,” ujarnya, Rabu (16/10/2020).
Manfaat dari program ini mulai terasa. Selain meningkatkan minat anak-anak terhadap dunia perikanan, kegiatan di BBI juga memperkuat edukasi gizi masyarakat melalui gerakan gemar makan ikan (Gemarikan).
Budi daya yang dikelola dengan baik turut membantu penyediaan benih ikan untuk pembudidaya lokal, sehingga mendukung ekonomi masyarakat perdesaan.
Dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan, Balai Benih Ikan Trenggalek diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi benih, tetapi juga pusat pembelajaran dan inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga sumber daya perikanan di masa depan. (bim/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah