Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

PGRI Trenggalek Larang Guru Cicipi Menu MBG, Cegah Keracunan Bukan Tugas Pendidik, Catur Winarno: Ada Tenaga Ahli Gizi dan Juru Masak yang Kompeten

Zaki Jazai • Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:30 WIB

 

Rencana melibatkan guru sebagai tester makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai penolakan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Trenggalek.
Rencana melibatkan guru sebagai tester makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai penolakan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Trenggalek.

 

TRENGGALEK – Rencana melibatkan guru sebagai tester makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai penolakan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Trenggalek.

Organisasi profesi guru di Trenggalek itu menegaskan bahwa tugas mencicipi atau menguji kelayakan makanan bukan merupakan tanggung jawab pendidik.

Ketua PGRI Trenggalek, Catur Winarno menyampaikan, pengujian mutu dan keamanan pangan seharusnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang gizi dan kesehatan, bukan guru.

“Kalau ada rencana menjadikan guru sebagai tester makanan, kami menolak. Karena sudah ada tenaga ahli gizi dan juru masak yang kompeten di sana,” tegas Catur, Kamis (17/10/2025).  

Menurut dia, dalam pelaksanaan MBG di Trenggalek, pemerintah daerah memang telah membentuk satuan tugas (satgas) yang melibatkan unsur guru.

Namun, peran mereka lebih pada pengawasan administrasi dan distribusi agar makanan sampai tepat waktu dan merata di sekolah, bukan untuk mencicipi makanan.

“Di beberapa sekolah memang ada guru yang ditunjuk sebagai koordinator distribusi MBG, tapi tugasnya sebatas memastikan siswa sudah menerima makanan, bukan untuk mencicipi atau menguji kelayakan makanan,” jelasnya.

Catur menegaskan, keterlibatan guru dalam uji rasa atau pengecekan makanan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keracunan.

Karena itu, dia meminta pemerintah mengoptimalkan peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memang memiliki tenaga ahli di bidang keamanan pangan.

“Pemerintah sudah punya tim gizi dan juru masak di bawah SPPG. Mereka yang seharusnya menjamin keamanan dan kualitas makanan, bukan guru,” ujar Catur.

Baca Juga: Satgas MBG di Trenggalek Terima Satu Laporan Masalah Menu Tak Layak Konsumsi di Gandusari, dr Saeroni: Minta masyarakat Aktif Awasi Mutu

PGRI juga mendorong agar pelaksanaan program MBG di Trenggalek dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas dan keamanan program tersebut.

Evaluasi, kata dia, penting dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta memperbaiki mekanisme pelayanan.

“Kami mendorong agar pelaksanaan MBG selalu dievaluasi secara rutin. Dengan begitu, kualitas program dan pelayanan kepada siswa bisa meningkat,” pungkasnya.(jaz/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Mbg #trenggalek #Makan Bergizi Gratis #pgri