TRENGGALEK - Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di SMPN 5 Trenggalek, Sabtu (19/10/2025). Salah satu agenda istimewa dalam kegiatan tersebut adalah Diklat Jurnalistik yang digelar di Laboratorium IPA sekolah, menghadirkan pemateri dari Jawa Pos Radar Trenggalek.
Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari pengurus OSIS dan calon OSIS SMPN 5 Trenggalek mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Diklat berlangsung di ruang laboratorium.
Suasana begitu hidup dan meriah. Para peserta aktif berdiskusi, bertanya, serta mencoba langsung praktik menulis dan memotret di lingkungan SMPN 5 Trenggalek.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat pembekalan lengkap seputar dunia jurnalistik, mulai dari pelatihan menulis berita dan artikel untuk majalah atau web sekolah, dasar-dasar fotografi jurnalistik, desain layout, hingga pengelolaan media sosial sekolah.
Materi disampaikan dengan gaya interaktif sehingga peserta mudah memahami sekaligus termotivasi untuk berkarya.
Salah satu peserta mengaku sangat senang karena pelatihan ini membuka wawasan baru. “Ternyata menulis berita itu tidak sesulit yang dibayangkan, asal tahu struktur dan tekniknya,” ujarnya.
Kepala SMPN 5 Trenggalek Nurhadi menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal munculnya jurnalis muda di lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai memimpin, tapi juga mampu menyampaikan ide dan informasi secara kreatif dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pemateri diklat jurnalistik, Dharaka R. Perdana, mengaku eksplorasi di lingkungan sekolah tak kalah menarik jika peserta ingin mengembangkan tulisan, desain, hingga fotografi.
Sebab, menurut dia, ada banyak objek yang bisa digali di sekolah, termasuk dalam bentuk tulisan maupun foto. Misalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler siswa maupun agenda-agenda sekolah.
Beragam kegiatan di sekolah dan diekspos secara reguler akan menambah branding SMPN 5 Trenggalek serta melatih keterampilan siswa.
“Melihat antusiasme peserta memang sangat tinggi, termasuk dalam praktif fotografi. Ada banyak karya siswa yang layak,” terang jurnalis Radar Trenggalek tersebut.
Dia menambahkan, jika tidak dilatih, maka tidak akan diketahui kesalahan dalam keterampilan menulis maupun fotografi dan tidak bisa belajar lebih baik lagi. (bim/c1/din)