TRENGGALEK – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada Selasa (22/10/2025), seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek kompak mengenakan busana santri atau pakaian muslim.
Tradisi berpakaian khas santri di Pemkab Trenggalek ini berlangsung selama empat hari mulai Senin (21/10/2025) hingga Jumat (24/10/2025) mendatang.
Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Trenggalek Nomor 1924 Tahun 2025 tentang peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Trenggalek.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana religius dan khidmat tampak di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Trenggalek, terutama saat apel pagi pegawai di halaman kantor.
Asisten Administrasi Umum Sekda Trenggalek, Edif Hayunan Siswanto, sangat mengapresiasi kekompakan para ASN yang mengenakan busana santri.
“Rasanya berbeda. Para pegawai terlihat ganteng dan cantik mengenakan pakaian muslim. Ini momen yang langka dan patut disyukuri,” ujarnya, Senin (21/10/2025).
Lebih lanjut, dia mengingatkan makna di balik peringatan Hari Santri bagi ASN.
Menurut dia, semangat ketawadukan santri kepada kiai bisa dijadikan teladan dalam pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
“Sebagai pelayan masyarakat, mari kita teladani ketawadukan santri kepada kiai. ASN harus memberikan pengabdian terbaik dan menjaga ketawadukan kepada pimpinan di lingkungan kerja,” imbuhnya.
Edif juga menyinggung soal kedisiplinan dan kekompakan pegawai di lingkup Setda Trenggalek yang harus terus dijaga.
Dia menggambarkan suasana kebersamaan yang sudah terjalin selama ini dengan perumpamaan menarik.
“Tidak terasa kebersamaan kita di setda sudah 21 hari. Kalau telur ayam, usia ini saatnya menetas,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebagai pejabat yang juga pernah memimpin Dinas Kominfo Trenggalek, Edif turut mengajak seluruh aparatur di lingkup setda untuk go digital dengan memanfaatkan berbagai platform digitalisasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Salah satunya melalui aplikasi Srikandi yang mempermudah sistem surat menyurat.
“Dengan platform digital seperti Srikandi, surat bisa terdistribusi cepat dan terekam dengan baik. Kalau manual, banyak tahap yang harus dilalui. Sekarang semua lebih mudah karena jejak digitalnya jelas,” tandasnya. (jaz/c1/rka)