TRENGGALEK – Harga emas yang fluktuatif tidak menyurutkan minat masyarakat Trenggalek untuk bertransaksi logam mulai khususnya emas.
Bahkan, fenomena yang terjadi sekarang adalah masyarakat Trenggalek makin bertambah banyak yang bertransaksi emas meskipun harga emas sedang mengalami kenaikan.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Dicky Wijayanto, Marketing dan Kasir di Unit Pembantu Cabang (UPC) Pegadaian Trenggalek.
“Malah, harga naik semakin naik semakin rame peminatnya, enggak malah turun,” jelas Dicky Wijayanto, Kamis (23/10/2025).
Dia pun mengaku heran, masyarakat justru banyak yang membeli emas ketika harga emas naik.
Sedangkan saat harga emas turun aktivitas transaksi emas justru landai-landai saja.
Dia menjelaskan, fenomena ini terjadi lantaran semakin banyak masyarakat yang paham tentang transaksi emas.
Faktor motivasi untuk berinvestasi atau mengamankan aset di kalangan masyarakat juga berperan dalam fenomena ini.
“Faktornya ingin buru investasi atau mungkin untuk mengamankan aset,” tuturnya.
Masyarakat yang dulunya belum tertarik berinvestasi emas kini mulai menunjukkan ketertarikan untuk berinvetasi emas.
Kini, mereka mengerti bahwa emas dapat menghasilkan keuntungan.
“Dulu 2024 ditawari belum mau, Ngerti gitu, dari dulu ambil, ternyata sekarang untung,” tandasnya.
Baca Juga: Empat Dinas Baru di Trenggalek Siap Beroperasi Pada Tahun 2026, Sekda Penjelasan Begini
Selain faktor internal dari masyarakat sendiri, ada juga faktor eksternal.
Salah satunya adalah program-program yang ditawarkan oleh pegadaian, mulai dari tabungan emas hinga cicilan emas.
“Cicil emas, Tabungan Emas Rencana. Cicil emas ini kayak DP Kendaraan, cicil tiap bulan nanti barangnya yang keluar emas.” Ungkap Dicky.
Fenomena meningkatnya minat bertransaksi emas tersebut, mulai terlihat di bulan Januari lalu.
Hal tersebut menjadi pertanda bahwa masyarakat kini kian sadar terhadap investasi khususnya logam mulai emas.
Editor : Didin Cahya Firmansyah