Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masyarakat Trenggalek Kian Antusias Donor Darah, PMI Tak Perlu Jemput Bola Lagi

Fatra Aditya • Jumat, 24 Oktober 2025 | 01:09 WIB
Masyarakat Trenggalek kian sadar akan pentingnya dan manfaat dari donor darah. Sehingga tak jarang yang datang ke UDD PMI Trenggalek.
Masyarakat Trenggalek kian sadar akan pentingnya dan manfaat dari donor darah. Sehingga tak jarang yang datang ke UDD PMI Trenggalek.

 

TRENGGALEK – Kini, masyarakat Trenggalek kian sadar akan pentingnya dan manfaat dari donor darah.

Masyarakat sudah tidak lagi menunggu jemput bola dari Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Trenggalek untuk mendonorkan darahnya. Mereka sekarang dengan sukarela mendatangi kantor UDD PMI untuk mendonorkan darahnya.

Kepala UDD PMI Kabupaten Trenggalek, dr. Sugito Teguh menyampaikan bahwa dirinya merasa senang, lantaran hal tersebutlah yang diharapkan.

Dengan sukarelanya masyarakat untuk datang ke kantor, maka cost atau biaya MU (mobile unit) berkurang.

“Karena bagaimanapun juga MU itu meningkatkan cost buat kita, sehingga biaya pengolahan jaraknya jadi lebih tinggi,” jelasnya Kamis (23/10/2025).

Dia menuturkan, kini masyarakatlah yang meminta untuk mendonorkan darah.

Bukan lagi, UDD PMI yang melakukan jemput bola untuk mendapatkan pendonor darah.

Menurut dia, kini jumlah pendonor sudah 50 banding 50 antara yang datang ke kantor dan unit mobile.

Bahkan bisa 60 persen pendonor yang datang langsung dan 40 persen sisanya dari unit mobile.

Dia memaparkan, di Trenggalek sendiri kebutuhan darah per bulannya berkisar di 500-600 kantong darah bahkan bisa mencapai 800 kantong saat terdapat event.

Maka dengan demikian, ketersediaan darah di Trenggalek masih dapat dikatakan seimbang antara pendonor dan penerima donor (resipien).

Baca Juga: Mobil MBG di Trenggalek Dipakai Angkut Genting, Kepergok dan Direkam Siswa, Pihak Sekolah Beri Penjelasan

Hal tersebut dikarenakan minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya kini kian meningkat.

Selain itu, di Trenggalek hanya terdapat satu rumah sakit yang besar, sedangkan lainnnya merupakan rumah sakit kecil. Selain itu,

“Kita memang rumah sakit kan cuma ada satu yang besar itu, yang lainnya kecil-kecil rumah sakitnya, sehingga kebutuhan darah tidak terlalu banyak.” Ujarnya.

UDD PMI Trenggalek setiap harinya bisa menerima sepuluh pendonor darah, apabila ramai bisa mencapai 20 orang pendonor darah. Maka dari itu, tantangan UDD PMI adalah proses penyimpanan dan ketersediaan darah antar golongan darah.

Hal tersebut bisa terjadi lantaran darah juga punya umur simpan. dr. Sugito menyampaikan bahwa whole blood (darah utuh) merupakan komponen darah yang umur simpannya cukup lama, bisa mencapai 35 hari. 

Sedangkan, yang paling pendek umur simpannya adalah trombosit, hanya 5-7 hari saja umur simpannya.

“Kalau trombosit cuma 7 hari, sesudah 7 hari harus dibuang.” Ungkapnya.

golongan darah berlebih maka, UDD PMI Kab. Trenggalek berkoordinasi dengan UDD PMI sekitar untuk barter darah.

“Golongan ini menipis, padahal golongan ini banyak. Nah kalau sudah seperti itu, termasuk koordinasi dengan UDD.” Jelasnya.

UDD PMI pun juga berkoordinasi kepada pendonor apabila salah satu golongan darah stock-nya masih banyak. Pendonor akan diberikan informasi jika stock darah masih banyak dan diminta untuk menunda terlebih dahulu.

“Makanya kita juga kalau salah satu golongan tertentu, misalnya golongan A banyak, ya Pak Donor golongan A, kita beritahu, tunda dulu, jangan datang untuk donor,” ungkapnya. 

Dia menambahkan manfaat dari mendonorkan darah. Selain bisa membantu orang lain juga menjadi amal kebaikan untuk pendonor.

Dia pun menyarankan pendonor untuk langsung datang ke UDD untuk mendonorkan darahnya.

Kemudian ketersediaan antar golongan darah. dr. Sugito menjelaskan jika terdapat salah satu

“Kalau bisa datang ke tempat kita, selain lebih steril, lebih enak tempatnya dan sebagainya, itu lebih bagus datang langsung ke sini, kita melayannya juga lebih enak,” katanya. 

Meski demikian, semua orang tidak bisa asal mendonorkan darahnya.

Terdapat tahapan skrining yang dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan donor darah. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pendonor memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#donor darah #PMI #trenggalek #palang merah indonesia (pmi) #palang merah indonesia