TRENGGALEK – Akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung sempat terputus total akibat tanah longsor di Dusun Tumpak Dolo, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Rabu (22/10) sore.
Material longsor menutup seluruh badan jalan hingga tak bisa dilalui kendaraan dari kedua arah Trenggalek maupun Tulungagung.
Beruntung, lalu lintas sedang sepi saat kejadian longsor di jalur pegunungan Trenggalek Tulungagung sehingga tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimpa.
Kapolsek Bendungan, AKP Rudi Sugiarto menjelaskan, longsor terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama hampir 5 jam.
“Sekitar pukul 13.00 intensitas hujan meningkat, kemudian mulai reda sekitar pukul 15.00. Tidak lama setelah itu, tepatnya pukul 17.15, kami menerima laporan adanya tebing longsor di Tumpak Dolo,” terang Rudi, Kamis (23/101/2025).
Tanah dari tebing setinggi beberapa meter itu menimbun jalan sepanjang sekitar 4 meter.
Meski material cukup tebal, lokasi longsoran berada jauh dari permukiman warga.
“Posisi longsoran aman dari rumah warga, jadi tidak ada yang terdampak langsung,” tandasnya.
Petugas Polsek Bendungan langsung berkoordinasi dengan Polsek Pagerwojo, Tulungagung, untuk menutup sementara akses jalan. Rambu peringatan telah dipasang di dua titik agar pengendara tidak memaksakan diri melintas.
Untuk sementara, kendaraan dari arah Trenggalek maupun Tulungagung dialihkan melalui jalur nasional via Kecamatan Gondang dan Kecamatan Durenan.
Selain menutup akses, pihak kepolisian juga menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek untuk melakukan pembersihan material.
Sebuah ekskavator kecil telah dikerahkan ke lokasi guna mempercepat penanganan.
“Pihak PUPR sudah mengirim alat berat. Diperkirakan malam ini material bisa dibersihkan sehingga jalan bisa kembali dilalui,” ujar Rudi.
Hingga malam hari, petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan relawan masih berjaga di sekitar lokasi.
Kondisi tanah yang masih labil membuat petugas tetap siaga mengantisipasi longsor susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, menjelaskan bahwa tim BPBD bersama lintas sektor telah melakukan pengerukan material longsor menggunakan alat berat hingga malam.
Penanganan dilakukan secara gotong royong antara BPBD, PUPR, kepolisian, TNI, dan relawan.
“Kami kerahkan alat berat untuk membersihkan material sejak malam. Berkat kerja sama semua pihak, pagi ini (Kamis) jalur sudah kembali dibuka dan bisa dilalui kendaraan,” terangnya.
Karena itu, BPBD mengimbau pengguna jalan agar waspada karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan potensi longsor susulan bisa terjadi kapan saja.
Terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Bendungan. ”Hujan masih berpotensi turun, makanya kami imbau masyarakat tetap waspada jika berada di luar,“ jelasnya.(jaz/c1/din)