Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dari Angkutan ke Wisata, Dokar Trenggalek Tetap Eksis, Ada Trik Para Kusir Agar Tetap Bertahan Hidup dan Topang Ekonomi Keluarga

Fatra Aditya • Senin, 27 Oktober 2025 | 02:37 WIB
Dua dokar di Alun-Alun Trenggalek sedang menuggu penumpang untuk menggunakan jasanya.
Dua dokar di Alun-Alun Trenggalek sedang menuggu penumpang untuk menggunakan jasanya.

 

TRENGGALEK – Di tengah pesatnya pertumbuhan kendaraan. Dokar atau andong salah satu tranportasi tradisional ternyata masih eksis keberadaanya di Trenggalek.

Meskipun kini, sudah bergeser fungsinya, yang dulu sebagai alat transportasi kini bergeser menjadi atraksi wisata di Trenggalek.

Di Kabupaten Trenggalek, cukup mudah menemukan dokar. Dokar dapat ditemukan di Alun-Alun dan Taman Agropark.

Di dua titik tersebut, dokar mempunyai sistem operasional yang berbeda.

Untuk kawasan Alun-Alun dokar telah dijadwalkan empat dokar per harinya.

Sedangkan di Agopark, dokar tidak mempunyai jadwal operasional tertentu.

“Di sini dijatah 4-4 (dokar), di sini setiap hari tidak bisa, giliran,” jelas salah stu kusir, Maryono, Jumat (24/10/2025).

Pengunjung dapat menyewa dokar dengan tarif tertentu berdasarkan rute.

Tarif paling murah dibanderol dengan harga Rp 30 Ribu dengan rute dari Alun-Alun Kabupaten Trenggalek menuju ke Pasar Pon kemudian kembali ke Alun-alun.

Sedangkan tarif termahal yang dibanderol dengan harga Rp 100 Ribu.

Dengan tarif tersebut pengunjung dapat menikmati rute yang lebih panjang.

Baca Juga: Kategori Usaha 34 SPPG MBG di Trenggalek Tak Jelas dan hingga Kini Belum Kantongi SLHS

Mulai dari Alun-Alun kemudian menuju simpang tiga Widowati lanjut melewati Jalan Baru hingga Terminal Bus Surodakan dan kembali lagi ke Alun-Alun.

“Tinggal pilih yang jauh atau yang dekat,” ungkap Maryono.

Bahkan, pengunjung dapat me-request rute tertentu dan tarif dokar yang mereka inginkan.

Menurut Sutejo, salah satu kusir dokar di Alun-Alun Trenggalek, tarif tersebut telah ditentukan oleh paguyuban yang berisi 16 orang kusir.

“Tarif dari paguyuban, 16 orang,” sebut Sutejo.

Selain Sutejo, ada pula Maryono, 47, yang juga merupakan kusir dokar. Dirinya mengaku sudah lebih dari 20 tahun narik dokar.

“Sudah ada 40 tahun, 30 tahun,” jelas Maryono.

Namun, di balik roda dokar yang berputar, faktor ekonomi masih menjadi tantangan untuk para kusir dokar tersebut.

Maryono menyebut bahwa pendapatannya tidak menentu dan tergantung hari-hari tertentu.

“Tidak tahu, kalau ada kalau minggu atau liburan gak bisa ditentukan,” imbuhnya.

Maryono juga mengaku jika kegiatan narik dokar tersebut dilakukan untuk mengisi waktu luang saja, jika untuk ekonomi tidak mencukupi.

Untuk menyiasatinya juga bertani dan beternak kambing. “Nyambi ke sawah dikit-dikit, pelihara kambing," pungkasnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Wisata #Andong #Dokar #trenggalek #delman