TRENGGALEK – Di tengah pergeseran transportasi konvensional ke transportasi online. Di Trenggalek masih bertahan ojek pangkalan.
Ojek pangkalan di Trenggalek masih setia menunggu penumpang di pangkalan meski kini tak seramai dulu.
Salah satunya adalah Miyo, 60, tukang ojek pangkalan di Trenggalek yang masih bertahan hingga kini.
Dia biasa mangkal menunggu penumpang di depan Terminal Surodakan Kabupaten Trenggalek.
Menurut Miyo, saat ini masih terdapat sekitar sepuluh ojek pangkalan yang beroperasi di terminal surodakan.
Dia mengaku sudah menjadi ojek pangkalan lebih dari sepuluh tahun.
Dirinya juga mengaku bahwa kini pendapatannya tidak menentu, bergantung pada banyaknya penumpang.
Miyo menyebut kini dirinya hanya pasrah menunggu penumpang saja.
“Kita-kita hanya menunggu aja,” ungkap Miyo, Jumat (24/10/2025).
Dia juga menyebut bahwa dirinya tidak tertarik untuk menjadi ojol meskipun, kini para penumpang beralih ke ojek online.
“Iya penumpang ke ojol, tapi ya ndak minat.” Terangnya.
Miyo menambahkan, antara ojek pangkalan dan ojek online berada pada kondisi yang kondusif.
Hal tersebut lantaran sudah ada aturan-aturan yang ditaati oleh kedua pihak menge
Dalam aturan tersebut, ojek online masih dipebolehkan mengambil penumpang di kawasan terminal dengan syarat beberapa ratus meter dari terminal.
Sedangkan untuk ojek pangkalan beroperasi di depan terminal.
Dengan demikian ojek pangkalan dapat menawarkan ojek secara langsung ke penumpang yang turun dari bus.
Sementara di sisi lain ojek online masih dapat beroperasi tanpa menimbulkan konflik antarkeduanya.
“Sudah dibatasi Ojok Online berapa ratus meter boleh ambil, kalau di depan gak boleh,” ucapnya,
Kendati mulai ditinggalkan, ojek pangkalan masih bertahan dan menunggu penumpang seperti biasa.
Editor : Didin Cahya Firmansyah