TRENGGALEK - Di balik kesejukan hutan-hutan yang dikelola Perhutani Trenggalek, ada sosok inspiratif yang tak hanya berdedikasi menjaga kelestarian alam, tetapi juga berinovasi dalam dunia usaha. Dialah Sunarwan, seorang Asper (Asisten Perhutani) yang berasal dari Kediri, Jawa Timur.
Sebagai aparatur kehutanan di Trenggalek, Sunarwan dikenal tekun dan memiliki komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Namun, di sela-sela kesibukannya mengelola kawasan hutan di Trenggalek, dia juga menekuni usaha budi daya madu asli khas Kediri, yang kini mulai dikenal luas karena keaslian dan kualitasnya.
“Awalnya saya hanya ingin memanfaatkan potensi alam di sekitar hutan yang kaya akan nektar bunga. Ternyata, selain membantu penyerbukan tanaman, lebah juga memberi manfaat ekonomi yang besar,” ujar Sunarwan saat ditemui di sela aktivitasnya, Jumat (24/10/2025).
Usaha madu yang digelutinya diberi nama Madu Sumber Podang yang dikelola bersama keluarga sekitar kediri.
Melalui pendekatan pemberdayaan, Sunarwan melibatkan warga untuk belajar beternak lebah dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain menghasilkan madu berkualitas tinggi, kegiatan ini juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.
“Terpenting bukan hanya hasilnya, tetapi bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan alam dan mendapatkan manfaat tanpa merusaknya,” jelasnya.
Kini, madu produksi Sunarwan dikenal dengan cita rasa khas dan keaslian terjaga, karena dihasilkan dari lebah yang mencari pakan alami dari bunga hutan di kawasan Kediri dan sekitarnya.
Dia mulai memasarkan produknya melalui media sosial dan pameran lokal, dengan harapan bisa memperkenalkan madu lokal Kediri ke pasar nasional.
Kisah Sunarwan menjadi bukti bahwa inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.
Sebagai seorang abdi negara di bidang kehutanan, dia berhasil membuktikan bahwa menjaga alam bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Selama kita mau belajar dan berbuat, alam akan selalu memberi manfaat,” pungkasnya. (gun/din)
Sumber : RADAR TRENGGALEK