Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kabar Gembira untuk Petani di Trenggalek, Simak Harga Terbaru Pupuk Subsidi Turun

Zaki Jazai • Selasa, 28 Oktober 2025 | 01:50 WIB

 

Petani di Trenggalek sedang mengelola lahan pertanian agar siap panen.
Petani di Trenggalek sedang mengelola lahan pertanian agar siap panen.

 

TRENGGALEK – Biaya produksi tanam bagi petani di Trenggalek dipastikan akan turun mendatang. Pasalnya, kabar baik datang dari pemerintah pusat yang resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

Efektif berlaku secara nasional mulai Rabu (22/10/2025) lalu. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi pertanian yang selama ini menjadi keluhan utama petani di Indonesia termasuk Trenggalek.

Kepala Bidang Penyuluhan, Sarana, dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Dina Septariasari membenarkan kebijakan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa dasar penetapan harga baru tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang perubahan HET pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2025.

“Penurunan harga ini merupakan hasil efisiensi yang berdampak langsung pada turunnya HET pupuk subsidi sebesar 20 persen,” katanya.

Berdasarkan kebijakan tersebut berarti harga pupuk subsidi mulai pupuk urea dari Rp 2.250/kg menjadi Rp 1.800/kg (Rp 112.500 per sak 50 kg), pupuk NPK dari Rp 2.300/kg menjadi Rp 1.840/kg (Rp 92.000 per sak). Pupuk NPK Kakao  dari Rp 3.300/kg menjadi Rp 2.640/kg, pupuk ZA khusus tebu dari Rp 1.700/kg menjadi Rp 1.360/kg, serta pupuk organik: dari Rp 800/kg menjadi Rp 640/kg.

Dengan kebijakan baru ini, Dina menegaskan, petani seharusnya tak lagi beralasan soal tingginya biaya produksi. Sebab, pemerintah sudah menekan harga pupuk, komponen utama dalam biaya usaha tani.

“Dengan turunnya harga pupuk subsidi ini, biaya usaha tani otomatis menurun. Jadi tidak ada lagi alasan bagi petani untuk tidak optimal dalam budi daya. Kami berharap produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” ujarnya.

Dina menambahkan, langkah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Pemerintah daerah bersama penyuluh akan terus mengawal distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

“Kalau pupuk sudah terjangkau dan tersedia, tinggal bagaimana petani memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih giat menanam,” tutupnya. (jaz/c1)

Photo
Photo
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#petani #trenggalek #harga pupuk