Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kekeruhan Air Sumur Warga Prambon Trenggalek di Atas Ambang Batas, Dinkes Dalduk KB Telah Lakukan Uji Sampel dan Hasilnya Terungkap

Zaki Jazai • Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:03 WIB
Salah seorang warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, menunjukkan air keruh yang diambil dari sumur.
Salah seorang warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, menunjukkan air keruh yang diambil dari sumur.

TRENGGALEK  – Warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek sepertinya jangan dulu mengonsumsi air sumur yang tiba-tiba keruh.

Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit pada warga Desa Prambon Trenggalek akibat mengonsumsi udara tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Trenggalek, Sunarto mengatakan, setelah mengetahui keberadaan sumur tersebut.

Dia pun langsung turun tangan melakukan uji sampel.

Pengambilan sampel tersebut dilakukan oleh tim dari Puskesmas Tugu dari dua titik sumur milik warga.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat kekeruhan udara sangat tinggi.

“Tingkat kekeruhannya mencapai 224 NTU, padahal standar maksimal seharusnya di bawah 25. Ini artinya jauh di atas ambang batas aman,” jelasnya Rabu (29/10/2025). 

Selain kekeruhan, tim juga menguji keberadaan bakteri E-Coli .

Baca Juga: Dugaan Penahanan Ijazah dan BPKB di Trenggalek Kembali Terjadi di Koperasi, Simak Sikap Disperinaker

Hasilnya, satu titik sumur dinyatakan positif mengandung E-Coli , sedangkan satu titik lainnya bersih.

“Untuk suhu udara sekitar 27 derajat Celcius dan kadar logam mangan hasilnya nol, artinya masih sesuai standar,” imbuhnya.

Meski begitu, dinkes tetap tidak merekomendasikan air tersebut untuk dikonsumsi langsung.

Menurut Sunarto, warna udara yang keruh menandakan adanya partikel atau bahan terlarut di dalamnya.

Baca Juga: PLN UP3 Ponorogo Tak Lupakan Aspek Sosial Kemasyarakatan, Gelar Khitanan Massal dan Pembagian Sembako di Trenggalek

“Kalau udara berwarna, berarti ada sesuatu di dalamnya. Kalau terpaksa digunakan untuk minum atau memasak, air perlu diendapkan terlebih dahulu sebelum direbus, lalu diambil bagian atasnya sedikit demi sedikit,” pesannya.

Sunarto menjelaskan, ada banyak indikator yang menentukan konsumsi udara layak, mulai dari kekeruhan, warna, rasa, bau, hingga kandungan logam berat dan spesifikasi.

Namun sejauh ini Dinkes Trenggalek baru bisa menguji empat parameter utama, yaitu kekeruhan, suhu, E-Coli , dan mangan.

Kejadian di Prambon menjadi pengingat pentingnya akses air bersih bagi masyarakat pedesaan.

Oleh karena itu, pihak dinkes akan melakukan langkah lanjutan untuk pemeriksaan lebih menyeluruh.

 “Fokus kami memastikan saat ini masyarakat bisa mendapatkan air bersih. Ke depan, kami akan mencari peluang agar pemeriksaan kualitas air bisa dilakukan lebih lengkap,” tutupnya. (jaz/c1)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#uji lab #air keruh #trenggalek #e coli