TRENGGALEK – Setelah hiruk-pikuk Pemilu 2024 usai, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek tidak serta-merta berhenti bekerja.
Lembaga pengawas pemilu di Trenggalek tersebut justru terus memperkuat fungsi pengawasan dan kelembagaan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Ketua Bawaslu Trenggalek, Rusman Nuryadin, menegaskan bahwa masa jeda antar-pemilu menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem pengawasan dan memperluas partisipasi publik dalam menjaga integritas pemilu.
“Demokrasi di daerah tidak akan berjalan baik tanpa pengawasan, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat. Karena pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Rusman, Kamis (30/10/2025).
Menurutnya, salah satu fokus utama Bawaslu saat ini adalah pengawasan data pemilih berkelanjutan yang dilakukan secara rutin hingga Desember 2025.
Langkah ini penting untuk memastikan akurasi daftar pemilih tetap (DPT) sekaligus mencegah potensi sengketa yang kerap muncul akibat data yang tidak mutakhir.
“Kami melakukan pengawasan rutin satu hingga dua minggu sekali, termasuk uji petik daftar pemilih. Tim kami memastikan warga yang sudah meninggal dicoret, yang purnatugas TNI-Polri dimasukkan kembali, dan anak muda yang baru berusia 17 tahun terdaftar,” jelasnya.
Jika ditemukan data yang belum sesuai, Bawaslu segera menyampaikan saran perbaikan kepada KPU. Proses pembaruan data ini akan berakhir dengan rapat pleno pada Desember mendatang.
“Ini bagian penting untuk mencegah persoalan daftar pemilih sejak awal. Kami ingin memastikan tidak ada lagi masalah klasik saat Pemilu 2029 nanti,” imbuhnya.
Selain mengawasi data pemilih, Bawaslu Trenggalek juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekretariat.
Saat ini terdapat 10 tenaga P3K, 3 CPNS, 2 PNS, dan 3 tenaga alih daya yang terus mengikuti pelatihan terkait regulasi, kebijakan pemerintahan, dan demokrasi.
“Kami terus meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan, upgrading, dan evaluasi pengawasan. Semua ini bagian dari penguatan kelembagaan agar Bawaslu semakin siap menghadapi pemilu dan pilkada mendatang,” terang Rusman.
Bawaslu juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam kegiatan terakhir, lembaga ini mengundang Wakil Ketua Komisi II DPR RI bersama perwakilan pemerintah daerah, ormas, dan organisasi kepemudaan untuk menyerap aspirasi dan memperkuat sistem pengawasan pemilu ke depan.
Tidak hanya fokus di lapangan, Bawaslu Trenggalek turut menghadirkan inovasi lewat Radio Pengawasan Pemilu, program edukasi politik yang dikembangkan untuk menjangkau masyarakat luas.
“Radio masih efektif, tapi kini kami padukan dengan media sosial seperti Facebook, YouTube, Instagram, dan TikTok agar bisa menjangkau generasi muda,” ungkap Rusman.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Bawaslu berharap masyarakat semakin terlibat aktif dalam pengawasan pemilu. Sebab, menurut Rusman, partisipasi publik menjadi kunci menjaga kejujuran dan keadilan demokrasi di daerah.
“Kalau masyarakat ikut mengawasi, transparansi bisa terjaga. Itulah semangat demokrasi yang ingin kami wujudkan,” tandasnya.(jaz/c1)
Editor : Didin Cahya Firmansyah