TRENGGALEK – Tiga unit layanan di RSUD dr Soedomo Trenggalek tercatat belum memenuhi standar layanan dasar sebagaimana ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menjadi acuan dalam pelayanan peserta BPJS Kesehatan.
Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan bahwa dari total 24 unit layanan yang dinilai hanya tiga yang belum memenuhi kompetensi dasar.
Ketiganya unit di RSUD dr Soedomo Trenggalek, yakni poli THT (telinga hidung tenggorokan), poli gigi dan mulut, serta unit layanan endokrin, nutrisi, dan metabolisme.
“Untuk 21 unit layanan lainnya sudah memenuhi standar kompetensi dasar sesuai yang ditetapkan Kemenkes. Diharapkan tiga unit ini bisa menyusul di tahun 2026,” kata Sujiono.
Menurutnya, penilaian kompetensi dasar ini menjadi salah satu tolok ukur penting agar rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang terakreditasi dan memenuhi syarat layanan dasar bagi peserta BPJS Kesehatan.
Dari hasil evaluasi internal, ketiga poli tersebut belum lolos karena kekurangan alat kedokteran.
“SDM dan sarana prasarana sebenarnya sudah memenuhi, hanya alat kedokteran yang belum lengkap. Misalnya, poli THT masih kekurangan set turbinate surgery, poli gigi dan mulut membutuhkan alat lecron, dan unit endokrin, nutrisi, serta metabolisme kekurangan caliper for clinical use,” terangnya.
RSUD dr Soedomo menargetkan kekurangan tersebut dapat dipenuhi pada 2026.
Sujiono menambahkan bahwa masih menghitung kebutuhan anggaran untuk pengadaan alat medis tersebut.
Berdasarkan data portal nasional LKPP (Inaproc), harga lecron sekitar Rp 399.600, skinfold caliper sekitar Rp 3,6 juta, dan set turbinate surgery mencapai Rp 80 juta per unit.
“Kalau alat-alat ini sudah terpenuhi, otomatis tiga poli itu bisa memenuhi kompetensi dasar dan memberikan layanan penuh untuk peserta BPJS,” ujarnya.
Selain mengejar pemenuhan standar layanan dasar, RSUD dr Soedomo juga tengah menyiapkan inovasi menuju layanan wisata medis atau hospital tourism pada 2026 mendatang.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah peningkatan mutu layanan RSUD dr Soedomo agar mampu bersaing secara profesional dan tetap memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan.
“Kami sudah melakukan PKS (perjanjian kerja sama) dengan RS Kemenkes Surabaya untuk pengembangan rujukan dan wisata medis. Targetnya tahun depan program ini bisa benar-benar berjalan,” pungkas Jiono.(jaz/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah