TRENGGALEK - Tingkat kujungan sepi di Pantai Pasir Putih, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, membuat pedagang setempat meradang. lantaran tingkat transaksi jual beli minim.
“Masih belum pulih benar-benar kondisi ekonomi di masyarakat di Trenggalek,” terang salah satu pemilik kios, Darminto, Minggu (2/11/2025).
Dia mengaku, selama ini hanya mengandalkan hari libur nasional dan wekeend untuk mengais rezeki dari pengunjung pantai andalan Trenggalek ini.
Namun harapan tersebut tidak sepenuhnya terealisasi dengan baik. Bahkan pembeli cenderung menurun.
Dengan kondisi kurang menguntungkan tersebut hanya bisa pasrah dan mengandalkan toilet serta bisnis lain.
“Dulu masih sering para wisatawan ini membeli oleh-oleh khas Pantai Pasir Putih,” ungkap pria 45 tahun ini.
Selama ini cenderamata banyak diminati wisatan mulai dari kaus, pakaian pantai, topi, miniatur kapal dan lain-lain.
Namun sekarang ini hampir tidak ada, sehingga padagang tidak berani stok banyak. “Sales dari berbagai daerah tak datang, mereka sudah mengerti kondisi saat ini,” ujarnya.
Diperparah dengan aturan terkait parkir bus tidak bisa lagi dekat pantai. Bus parkir di area parkir atau Pantai Simbaronce, sehingga pengunjung jalan kaki.
“Parkir terlalu jauh dari Pantai Pasir Putih termasuk mempengaruhi tingkat kunjungan ke kios,” ungkap bapak satu anak ini.
Beda dengan dulu bisa parkir di depan Pantai Pasir Putih, sehingga memudahkan pengunjung untuk melihat kios.
“Tetap berharap ada perhatian dari pemerintah untuk para pedagang ini. Tak sedikit hanya mengandalkan dengan berdagang,” pungkasnya. (gun/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah