TRENGGALEK - Kondisi cuaca di pantai selatan Trenggalek hingga kini masih belum menunjukkan suasana normal. Termasuk di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, memilih menambatkan perahu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan perahu milik nelayan setempat lebih banyak bersandar di Pantai Konang Trenggalek. Sebab memang mereka pilih libur melaut, dengan cuaca sering hujan.
Dengan kondisi kurang menguntungkan itu, nelayan di Pantai Konang Trenggalek lebih memilih beraktivitas lain, termasuk berkebun atau memperbaiki perahu.
“Tidak ada yang berani melaut untuk nelayan di Pantai Konang ini. Wisata pun sepi sering hujan,” ungkap warga setempat, Jumat (31/10/2025).
Dia mengaku, jarang sekali melihat nelayan beraktivitas dalam sepekan terakhir ini. Lantaran mmemang sering cuaca mendung dan angin.
Mendung dan angin merupakan tantangan alam yang sulit diprediksi selama ini. Jadi ketika tengah laut gelap, nelayan pilih libur.
Ada beberapa satu atau dua nelayan melaut, itupun pancing atau tebar jaring. Hasilnya lumayan berupa ikan layur.
“Hanya satu hari itu saja yang terlihat. Untuk hari-hari berikutnya tetap sepi dan tidak ada ikan,” ungkap perempuan tersebut.
Diperparah dengan kunjungan wisata di Pantai Konang cenderung sepi. Hujan tetap menjadi hambatan selama ini.
Jika nelayan sepi, minimal utnuk tingkat kujungan wisata bisa ramai. Dengan begitu bisa membantu para pemilik warung di sekitar pantai.
“Ibu-ibu di sini jualan ikan dan makanan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung ketika ke ke pantai,” terangnya.
Dia berharap cuaca kemabli pulih dan nelayan maupun pengunjung bisa nyaman ke Pantai Konang. “Saya habis Duhur suadh tutup, ya karena sepi dan hujan. Satu pembeli sudah untung ada,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung pantai Firmansyah mengaku ka Pantai Konang untuk berlibur.
Namun memang hujan menjadi kendala, sehingga suasana terlihat sepi. Hanya deretan warung pedagang. “Warung berjejer juga menghalangi pemandangan pantai,” terang pria 38 tahun ini.
Belum lagi sampah-sampah di pantai yang terbawa arus semakin menambah suasana bersih hilang. Maka perlu pengelolaan lebih baik.
“Bahkan jika bajir rob, bisa masuk warung pedagang. Artinya ada titik tertentu diperbolehkan berdagang, agar pedagang nyaman dan pengunjung aman, pungkasnya. (gun/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah