TRENGGALEK – Proses pencarian korban longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, akhirnya berbuah hasil.
Dua korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan tim SAR Trenggalek dan gabungan pada Minggu (2/11/2025) pagi dalam kondisi meninggal dunia.
Kedua korban yang ditemukan masing-masing Rohman, 14, dan Fajar Puji Wibowo, 17, merupakan anak dari Sarip, 60, pemilik rumah yang tertimbun longsoran tebing setinggi 30 meter di Dusun Banaran yang berada di dataran tinggi Trenggalek ini.
“Korban keempat atas nama Rohman ditemukan sekitar pukul 08.47, disusul Fajar pukul 09.26. Keduanya ditemukan tidak jauh dari titik rumah utama yang tertimbun material longsor,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono.
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, total korban jiwa akibat bencana tanah longsor di Desa Depok menjadi empat orang meninggal dunia. Yakni, Sarip, 60, Welas, 53, Fajar, 17, dan Rohman, 14. Sementara satu korban lainnya, Wijianto, 30, berhasil selamat meski mengalami luka-luka.
“Proses evakuasi berlangsung cukup berat karena kondisi tanah masih labil dan medan cukup terjal. Namun, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan,” jelas Triadi.
Dia menambahkan, upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Trenggalek, Basarnas, TRC Multisektor, TNI, Polri, Tagana, damkar, Puskesmas Bendungan, serta warga sekitar yang turut membantu sejak malam kejadian.
Sebelumnya, bencana longsor terjadi pada Sabtu (1/11) malam sekitar pukul 21.00 setelah hujan deras mengguyur wilayah Bendungan selama hampir 8 jam. Tebing di belakang rumah keluarga Sarip longsor dan langsung menimpa rumah berukuran 10x8 meter tersebut.
“Longsor terjadi saat semua penghuni berada di dalam rumah. Rumah roboh tertimbun material tanah dan seluruh keluarga ikut tertimbun,” terang Triadi.
Selain menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 250 juta.
Triadi mengingatkan masyarakat di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Desa Depok dan sekitarnya termasuk daerah rawan longsor. Kami terus mengimbau warga untuk berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya. (jaz/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah