TRENGGALEK – Sudah beberapa hari terkahir Kabupaten Trenggalek setiap siang hingga sore diguyur hujan.
Insentisas hujan yang turun setiap harinya di Trenggalek menandakan musim penghujan telah datang dana akan segera memasuki puncaknya.
Maka warga Trenggalek pun harus perlu mengantisipasi suatu hal yang terjadi, mulai dari segi kesehatan, hingga kondisi perjalanan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyampaiakan dalam konferensi pers pada 2 November 2025, beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim penghujan.
Musim penghujan diperkiran akan berlangsung pada awal November 2025 hingga Februari 2026.
Berdasarkan analisis BMKG, beberapa daerah diprediksi mengalami curah hujan tinggi, yaitu mencapai sekitar 150 mm per dasarian, termasuk wilayah Jawa Timur.
Hujan yang turun memebawa manfaat kepada beberapa pihak. Salah satunya adalah para petani yang sawahnya mendapatkan pasokan air yang berlimpah.
Meskipun demikian, turunnya hujan juga berpotensi menyebabkan bencana banjir.
Debit sungai yang tinggi dapat menyebabkan air meluap.
Beberapa wilayah di Trenggalek yang rentan akan banjir di antaranya Wonocoyo, Krandegan dan Bendo.
Hal tersebut disebabkan karena sungai di daerah tersebut dalam kondisi kritis, yakni wilayah tangkis, Krapyak, wilayah Wonocoyo, Krandegan, Bendo.
"Tangkis banyak yang kritis, tergantung cuaca aman tidaknya, kemaren ya kritis hampir luber (air)," ungkap Arif, petugas pintu air (PPA)
Meskipun demikian, dia menyampaikan, bahwa untuk sekarang debit air di Dam Widoro terpantau dalam level normal.
“Ya kalau sekarang ya normal, ga da masalah, kalau sore hari ya tambah sampai hijau (level). Untuk kali Tawing dan Widoro masih aman terkendali,” pungkasnya. (tra)
Editor : Didin Cahya Firmansyah