Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

DPRD Trenggalek Dorong Solusi Jangka Panjang untuk Krisis Air Bersih di Desa Prambon

Zaki Jazai • Rabu, 5 November 2025 | 15:45 WIB
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mendengarkan keluhan warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu terkait kondisi air sumur yang keruh dan mencarikan solusi ketika melakukan tinjauan lapangan
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mendengarkan keluhan warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu terkait kondisi air sumur yang keruh dan mencarikan solusi ketika melakukan tinjauan lapangan

Trenggaleknjenggelek - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya dalam mencari solusi jangka panjang atas persoalan air bersih yang dialami warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu. Langkah itu ditunjukkan melalui peninjauan langsung Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, ke sejumlah titik sumur warga yang kini kondisinya keruh dan berbau logam.

Dari situ DPRD Trenggalek mendengarkan keluhan masyarakat yang ada serta mencarikan solusi kedepannya 

“Kita ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Air sumur warga di sini memang keruh dan sebagian tampak mengandung minyak di permukaannya,” ujar Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi. 

Dari hasil tinjauan, warga mengaku sudah bertahun-tahun bergantung pada sumur pribadi untuk kebutuhan harian. Namun, belakangan kualitas air semakin menurun. Mereka bahkan harus mengendapkan air selama dua hingga tiga hari agar bisa digunakan.

Melihat kondisi tersebut, Doding menegaskan DPRD akan membahas persoalan ini bersama Bupati Trenggalek untuk mencari solusi permanen. Salah satu usulan yang muncul adalah pembangunan sumur dalam agar pasokan air bersih bisa tersedia secara berkelanjutan.

“Dari hasil diskusi dengan warga, opsi terbaik saat ini adalah sumur dalam. Nantinya air bisa dialirkan ke penampungan yang sudah dibangun oleh BAZNAS dan BPBD,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Doding, beberapa percobaan sumur bor di wilayah tersebut memang sempat gagal, namun di titik lain ada yang berhasil menemukan sumber air yang lebih jernih. Karena itu, DPRD mendorong dilakukan kajian teknis lanjutan agar hasilnya lebih pasti.

Warga juga menyatakan kesiapannya berpartisipasi, termasuk membantu biaya listrik untuk operasional pompa air. 

Melalui langkah ini, DPRD Trenggalek menegaskan perannya tidak hanya dalam fungsi pengawasan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses air bersih, benar-benar terpenuhi.

“Dari pernyataan yang telah kami himpun, warga siap gotong royong kalau program sumur dalam bisa direalisasikan,” jelas Doding. (Jaz) 

 

Editor : Zaki Jazai
#Sumur Dalam #air bersih #dprd trenggalek #Keruh