Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Siswi di Trenggalek Pemicu Penganiayaan Pilih Pindah Sekolah Orang Tua Telah Mengurus Proses Administrasi  

Zaki Jazai • Kamis, 6 November 2025 | 19:00 WIB

 

Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud Amir, saat ditemui wartawan ini Rabu (5/11/2025).
Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud Amir, saat ditemui wartawan ini Rabu (5/11/2025).

TRENGGALEK - Kasus penganiayaan terhadap guru SMPN 1 Trenggalek bukan cuma berdampak pada korban dan pelaku, melainkan juga siswi yang menjadi pemicu.

Pasalnya, siswi SMPN 1 Trenggalek yang ponselnya disita dan disebut sebagai pemicu kemarahan keluarga wali murid terhadap guru seni budaya, Eko Prayitno, akhirnya memutuskan pindah sekolah.

Pada Selasa (4/11/2025) lalu, orang tua siswi tersebut datang langsung ke sekolah. Tujuannya untuk mengurus seluruh administrasi perpindahan.

“Benar, orang tua siswa itu datang dan menyampaikan keinginan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. Kami menghormati keputusan keluarga tersebut, karena itu sepenuhnya hak mereka,” ujar Kepala SMPN 1 Trenggalek, Mokhamad Amir Mahmud Amir, saat ditemui wartawan ini Rabu (5/11/2025).

Menurut Amir, keputusan pindah sekolah diambil karena siswi tersebut mengalami tekanan psikologis pascakejadian.

Sejak Sabtu (1/11/2025) lalu atau sehari setelah kasus pemukulan terhadap guru viral di media sosial, siswi tersebut sudah tidak masuk sekolah.

“Sejak kejadian itu viral, siswi kami belum kembali ke sekolah. Kami sempat berencana memanggil orang tuanya untuk memberikan pendampingan agar dia bisa belajar lagi. Namun, sebelum rencana itu kami jalankan, orang tuanya sudah datang dan mengajukan perpindahan,” jelasnya.

Amir menuturkan, pihak sekolah sebenarnya sudah menyiapkan upaya pendampingan psikologis melalui guru BK dan bagian kesiswaan.

Tujuannya agar siswi bisa tetap bersekolah tanpa tekanan sosial dari lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin mendampinginya karena kami khawatir dia mendapat tekanan dari teman-temannya. Tapi jika orang tuanya menilai pindah sekolah adalah jalan terbaik untuk pemulihan psikologis anak, kami menghormati keputusan itu,” terangnya.

Amir memastikan pihak sekolah membantu proses administrasi perpindahan siswi tersebut hingga selesai.

“Kalau memang itu yang terbaik untuk siswi, tentu kami bantu prosesnya,” tegasnya.(jaz/c1)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#guru #trenggalek #penganiayaan #SMPN 1