Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pemkab Trenggalek Dinilai DPRD Gagal Maksimalkan Potensi Gua Lowo

Zaki Jazai • Minggu, 9 November 2025 | 01:24 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Murkam (kanan) didampingi pemandu mengecek kondisi goa Lowo yang ada beberapa fasilitas rusak
Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Murkam (kanan) didampingi pemandu mengecek kondisi goa Lowo yang ada beberapa fasilitas rusak

 

TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek tampaknya gagal memanfaatkan potensi Gua Lowo sebagai objek wisata.

Pasalnya saat ini kondisi fasilitas wisata andalan Trenggalek dan jadi gua terpanjang se-Asia Tenggara tersebut sangat memprihatinkan dan perlu segera mendapat perhatian serius.

Tak ayal hal tersebut sangat disesalkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Murkam.

Sebab, gua tersebut memiliki daya tarik besar untuk menggerakkan ekonomi daerah jika dikelola dengan baik.

Karena itu, dia prihatin melihat kondisi fasilitas yang rusak dan kurang terawat. Menurut dia, potensi luar biasa Gua Lowo justru dibiarkan terbengkalai tanpa perhatian serius dari pemerintah.

“Saya melihat sendiri kondisinya. Banyak lampu penerangan mati, bangunan lapuk, dan MCK tidak layak. Gua Lowo ini ikon Trenggalek, tapi kalau dibiarkan seperti ini, siapa yang mau datang?” kata Murkam.

Dalam peninjauan tersebut, Murkam menyusuri gua hingga titik terdalam bersama pemandu wisata dan petugas lapangan.

Dia mendapati banyak peralatan yang rusak dan tidak berfungsi, sementara promosi wisata juga dinilai minim.

Beberapa petugas yang ditemuinya bahkan mengeluhkan keterbatasan anggaran untuk melakukan perawatan rutin.

“Delapan petugas yang saya temui mengaku tidak bisa mengganti lampu-lampu mati karena kekurangan anggaran. Bahkan, wisatawan dari Surabaya yang datang juga mengeluh soal penerangan dan kebersihan,” ungkap Murkam.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya manajemen pengelolaan objek wisata yang seharusnya bisa menjadi sumber pendapatan daerah.

Baca Juga: Tokoh dan Advokat Muda di Trenggalek, Mengenal Sosok Nur Rochmad Aghani SH, MH, CEO Ghani Law & Partner dan Direktur LBH Gajah Putih Trenggalek

Selain itu, berdasarkan keterangan masyarakat sekitar, banyak yang mengeluh terkait kondisi sektor ekonomi yang lesu akibat sepinya wisatawan di Gua Lowo.

“Warga berharap pemkab lebih memperhatikan potensi wisata lokal. Gua Lowo ini tidak hanya soal keindahan alam, tapi juga penghidupan bagi banyak warga sekitar,” ujar politikus dari Fraksi PKB tersebut.

Murkam menegaskan, pemkab harus segera mengambil langkah nyata untuk memulihkan daya tarik Gua Lowo.

Sebagai gua alam terpanjang di Asia Tenggara, keberadaannya seharusnya menjadi magnet wisata unggulan Trenggalek yang bisa bersaing di tingkat nasional.

“Gua Lowo ini aset ekonomi dan kebanggaan Trenggalek. Kalau dikelola dengan serius, bisa menghidupkan ekonomi lokal. Tapi kalau terus dibiarkan rusak, potensi ini akan mati sia-sia,” tegasnya.

Dia mendorong pemkab berkolaborasi dengan masyarakat dan pelaku wisata untuk memperbaiki fasilitas, memperkuat promosi, serta mengembangkan konsep wisata berkelanjutan.

“Kami di DPRD siap mendukung kebijakan yang berpihak pada pengembangan wisata daerah. Tapi, pemerintah harus berani turun tangan. Jangan menunggu potensi besar seperti Gua Lowo ini hilang ditelan waktu,” pungkasnya. (jaz/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Wisata #Goa Lowo #trenggalek