TRENGGALEK – Dalam sebulan mendatang akan memasuki masa Nataru Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada periode tersebut diperkirakan akan ada lonjakan kendaraan baik wisatawan yang berlibur tahun baru maupun masyarakat yang akan melaksanakan dan merayakan Hari Raya Natal di Trenggalek.
Kepala Seksi Menejemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Trenggalek Hendra Sanggara menjelaskan, untuk saat itu dishub masih menjalakan tugas hariannya sepertinya monitoring rambu-rambu dan penerangan jalan umum (PJU).
“Untuk lalin di Trenggalek itu nanti terkait dengan rekayasa lalu lintas, lampu, PJU, dan sebagainya,” ungkapnya, Jumat (7/11/2025).
Dia mengaku, untuk pengamanan Nataru, dishub nanti akan bekerjasama dengan kepolisian, satuan polisi pamong praja (satpol PP), dan berbagai lemabaga lainnya termasuk Pramuka dan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI).
“Biasanya dari pihak Polres Tenggalek melakukan pengamanan, pengamanan jalan berupa pendirian pos-pos yang bekerja sama dengan salah satunya memang dari dishub dan juga dari instansi-instansi lain,” katanya.
Terkait wilayah wisata, Sanggara menyampaikan, untuk sekarang dishub hanya memastikan dan menambah rambu-rambu jalan di spot-spot dianggap rawan.
Lantaran geografi jalan menuju tempat wisata pantai utamanya, berupa pegunungan yang naik-turun dan terdapat tikungan.
“Antisipasi kita dalam kerawanan kecelakaan dan kerawanan bencana. Itu dari dishub, nanti akan melakukan identifikasi spot-spot rawan tersebut. Nanti akan kita pasang rambu sementara,” tandasnya.
Dia menambahkan, identifikasi titik-titik rawan tersebut dilakukan untuk memastikan jalur menuju kawasan wisata tetap aman dilalui, terutama pada masa libur panjang Nataru terlebih ketika jumlah kendaraan meningkat.
“Jadi misalnya masyarakat luar yang berpergian ke Prigi, kita antisipasi dengan yang rawan kecelakaan, kita antisipasi dengan banner atau yang rawan bencana,” jalasnya.
Selain itu, Sanggara menyatakan, bahwa dishub akan memonitoring rambu-rambu dan PJU,. Nanti penyesuaian lampu lalu lintas karena adanya perbedaan karakter volume kendaraan.
“Untuk lampu lalu lintas utamanya Durenan, Kedunglurah, Bendo sama Jarakan, setting lampunya kita sesuaikan, karena mungkin ada perbedaan karakter volume lalu lintas, itu kita sesuaikan. Artinya, jam nyalanya, terus durasi waktu hijau merahnya kita sesuaikan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk masalah pengamanan, nantinya akan terdapat tiga pos pengamanan.
Pos pertama akan berada di simpang tiga Widowati, pos kedua berada di simpang tiga Durenan dan pos pengamanan ketiga berada di Watulimo. (tra/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah