TRENGGALEK – Datangnya musim hujan bawa berkah kepada para petani di Trenggalek. Banyak komoditas pangan mengalami peningkatan jumlah produksi, terutama padi dan jagung.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta) Kabupaten Trenggalek, untuk komoditas padi per 30 September 2025 jumlah produksinya mencapai 249.718,81 Ton.
Petugas Perencana Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertap) Kabupaten Trenggalek, Chitra Sinta Wardani menjelaskan, kenaikan jumlah produksi komoditas pangan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, antara lain cuaca dan jumlah lahan tanam.
“Faktornya selain cuaca dengan curah hujan tinggi, terus bertambahnya lahan tanam padi di Trenggalek,” jelasnya Jumat (7/11/2025).
Dia menyampaikan dispertapa terus mendorong semua kecamatan yang ada di Trenggalek untuk terus menambah lahan tanam padi.
Itu sebagai upaya dari disperta untuk memeprtahankan stabilitas komoditas pangan di Kabupaten Trenggalek.
“Kita tetap mendorong perluasan lahan tanam Per kecamatan, karena itu akan mendukung produksinya juga, Kita nanti ke padi gogo (padi di lahan kering),” ujarnya.
Selain padi, yang menjadi komoditas unggulan di musim hujan adalah jagung.
Produksinya tercatat mencapai 83.180,18 ton. Meski demikian, terdapat beberapa komoditas mengalami penurunan, seperti cabai dan tembakau.
“Tembakau itu berlawanan. Dia kan tidak terlalu butuh air banyak. Sehingga otomatis ini sedikit banyak akan mengurangi jumlah produksi tembakau,” tandasnya.
Untuk cabai, di tahun ini jumlah produksinya mencapai 373.299 Ton. Dengan jumlah tersebut terdapat penurunan jumlah produksi.
“Kalau komoditas sayuran, seperti cabai ini, produksinya sekitar 373-299 ton, sedikit menurun,” katanya.
Baca Juga: Pelaku Pemukulan Guru di Trenggalek yang Juga Suami Anggota Dewan Beri Pengakuan
Disinggung soal ketersediaan bahan pangan, Chitra menjelaskan bahwa untuk ketersediaan bahan pangan di Trenggalek masih dalam level aman bahkan surplus.
Dia menyebut bahwa indeks pertanian (IP) di wilayah Trenggalek berada di angka 2,5 IP. Artinya lahan tanam di Trenggalek telah digunakan lebih dari dua kali masa tanam.
“Indeks pertanaman kita sudah 2,5. Artinya lahan sawah yang sebelumnya sudah ditanami padi lebih dari 2. Jadi jika dibandingkan dengan luas lahan tanam 2,5 itu sudah sangat tinggi. Yang biasanya mungkin sampai 2 Sampai 2,5 Indeks pertanaman,” katanya.
Selain dengan mendorong bertambahnya lahan tanam, disperta juga menjalankan program bagi-bagi benih.
Dengan harapan dapat menambah jumlah produksi komoditas pangan di Trenggalek melalui pengajuan ke pusat.
“Berbagai upaya kita tempuh, termasuk mengajukan usulan ke pusat untuk supporting, produksi di kabupaten. Jadi memangnya keterbatasan juga anggaran di kabupaten. Kita berupaya ke provinsi, ke pusat untuk membantu masyarakat mendapatkan benih,” pungkasnya. (tra/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah