Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terungkap Alasan Kades Bumirejo Pemalang Rangkap Jadi Wartawan

Gunawan Awan • Selasa, 11 November 2025 | 16:19 WIB
Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, bernama SRJ dikabarkan juga sebagai wartawan di salah satu media online.
Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, bernama SRJ dikabarkan juga sebagai wartawan di salah satu media online.

PEMALANG – Terungkap alasan Kepala Desa (Kades) Bumirejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Suraji rangkap jadi wartawan.

Dia mengaku mendapat KTA Pers di salah satu media online sudah satu bulan.

”Ya benar (rangkap wartawan), kurang lebih satu bulan punya KTA–kartu tanda anggota,” ujar Suraji kepada beberapa awak media saat dikonfirmasi di balai desa Bumirejo pada Senin (10/11/2025).

Suraji menceritakan awal kenapa mempunyai KTA Pers padahal dirinya saat ini tercatat aktif sebagai Kades Bumirejo.

Menurut pengakuannya, dia direkrut temannya bernama Kustajianto untuk kuliah Setrata Satu (S1) jurusan hukum di Universitas Muhammadiyah Brebes Jawa Tengah.

”Dia menyampaikan biar nanti bayarnya murah dapat subsidi, pak njenengan (anda) masuk wartawan,” ujar Suraji kepada Emsatunews, menirukan ajakan temannya waktu itu.

Saat itu, Kades Suraji tak serta merta mengamini ajakan tersebut karena posisinya saat ini sedang menjabat kepala desa.

"Saya bilang, apa boleh? Saya kan kepala desa. Pada waktu itu dia jawab, boleh, enggak apa-apa. Oke saya siap, saya mau buat persyaratan untuk biar punya KTA dan sudah bisa hasil," ungkap Suraji.

”Namun setelah mendapat KTA (wartawan), pendaftaran kuliah sudah tutup,” imbuhnya.

Selain mengejar potongan harga atau diskon biaya kuliah di UMBS, Suraji mengakui jika sejak kecil sudah bangga dengan profesi wartawan, sehingga ada lagu Nasida ria yang berjudul wartawan ratu dunia.

"Satu itu. Yang kedua, saya memang dari kecil itu bangga dengan profesi wartawan. Sampai ada lagunya, ratu dunia, ratu dunia, oh wartawan ratu dunia," akunya.

Baca Juga: Oknum Kades di Pemalang Jawa Tengah Diduga Rangkap Jadi Wartawan, Kantongi Kartu Pers, hingga Kepala Biro di Banjarnegara, Begini Tanggapan Ketua BPD

Suraji mengaku, saat ini dirinya belum mengundurkan diri sebagai wartawan, hanya saja ia akan berkonsultasi terlebih dahulu ke pimpinan, baik ke pimpinan redaksi maupun pimpinan di jajaran pemerintahan seperti Camat dan Bupati.

”Saya akan berkonsultasi lebih dulu ke pimpinan redaksi juga pimpinan atasan saya sebagai kepala desa, bisa Pak Camat, bisa Pak Dispermades, bisa Pak Bupati,” katanya.

Jika nantinya, lanjut dia, memang secara regulasi tidak diperbolehkan seorang kepala desa merangkap sebagai wartawan. Ia mengaku akan memilih salah satunya, apakah menjadi wartawan atau menjadi kepala desa.

Dikatakan Suraji, jika dirinya sudah ditemui Camat Ulujami soal statusnya kades rangkap wartawan. Dari pertemuan itu, lanjutnya, Camat Ulujami menyarankan agar mundur sebagai wartawan, dengan alasan dobel jabatan. Namun, dirinya mengaku punya pandangan lain terkait usulan Camat Ulujami tersebut

"Saya punya pemikiran kalau tidak perlu mengutarakan diri dari wartawan, tapi minta di aktifkan sampai saya selesai melayani kepala desa bagaimana. Itu kan belum bisa. Kalau itu diperbolehkan," ungkapnya.

Baca Juga: Tiga Wartawan Divonis Penjara Buntut Kasus Pemerasan Kepala Desa

Sementara itu, Ketua BPD Bumirejo Iskandar saat dihubungi Erapos Online mengaku sudah mengklarifikasi soal Kadesnya yang merangkap jadi wartawan.

”Tadi pagi saya sudah tanya kebenaran terkait pak kades jadi wartawan. Memang betul diakui tujuan untuk dapat memotong biaya kuliah S1 jurusan hukum di Universitas Muhammadiyah Brebes,” ujar Iskandar melalui sambungan telepon.

Iskandar pun menyyangkan langkah kepala desa tersebut karena telah menciderai etika pengangkatan sebagai kepala desa.

”Bagaimanapun juga kita akan mendorong pak kades harus memilih, mau jadi wartawan atau kepala desa. Meski menurut dia ada beberapa kades di Pemalang yang juga jadi wartawan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Bumirejo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Jawa Tengah bernama Suraji dikabarkan juga sebagai wartawan di salah satu media online.

Kabar tersebut menjadi perbincangan dikalangan pers di Kabupaten Pemalang setelah kartu tanda anggota (KTA) Pers Kades Bumirejo beredar pada Minggu (9/11/2025).

KTA yang dikeluarkan oleh media online tnipolrinews.com itu terpampang jelas foto Kades Suraji mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan jas dan dasi warna gelap.

Berdasarkan KTA Pers yang beredar, Suraji tercatat sebagai wartawan tnipolrinews.com Kabiro Banjarnegara Jawa Tengah.*

KHUSYUK: Para pengunjung berada kawasan Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil di Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan, Senin (10/11). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
KHUSYUK: Para pengunjung berada kawasan Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil di Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan, Senin (10/11). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Kades Bumirejo #rangkap jabatan #pemalang