TRENGGALEK – Mepetnya jadwal pelaksanaan membuat Dinas Perndustrian dan Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Trenggalek tak laksanakan magang kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan) batch pertama.
Kini Disnaker Trenggalek tersebut berupaya suapaya dapat menjalankan magang kemenaker batch kedua dengan lancar.
Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas dan Hubungan Industri Disnaker Kabupaten Trenggalek, Sujiati menjelaskan, seidaknya terdapat 24 perusahaan dari berbagai sektor diundang disnaker untuk menjadi mitra magang kemenaker batch kedua.
“Kita mengundang semua klinik, bank-bank, maupun BPR, terus kemudian dari bank swasta juga dari BNI, BSI, semacamnya itu. Terus kemudian yang dari hotel ada, terus kemudian banyak dari klinik sama Inhutani, sama BUMD, itu JET (Jwalita Energi Trenggalek),” jelasnya, Kamis (14/11/2025).
Dari total perusahaan yang diundang, terdapat tujuh perusahaan telah resmi mendaftar sebagai mitra.
Tujuh perushaaan tersebut antara lain Klinik Tins Pardi Redjo dan Rois Sihab, PT JET, BPR Jwalita Trenggalek, Rumah Tahanan Kelas IIB Trenggalek, Steel Indo Global serta CV Bukit Ja’as Permai.
Sujiati turut mengakui terdapat adanya kendala dialami disnaker dalam persiapan pelaksanaan magang Kemanaker tersebut.
Yakni mencari perusahaan yang dapat menerima pelamar magang dengan kualifikasi diploma 1 (D1).
“Yang batch 2 itu, langkah kita yang di Trenggalek itu kita mengumpulkan perusahaan-perusahaan memungkinkan menerima lulusan pergunaan tinggi yang satu tahun,” ungkapnya.
Rencananya, magang Kemenaker tersebut akan dilaksanakan mulai 24 November 2025 hingga 23 Mei 2026 mendatang.
Disnaker berharap, kegiatan ini dapat berjalan optimal dan memberikan pengalaman kerja nyata bagi peserta.
“Cukup bermanfaat untuk pekerja di sini, untuk mengurangi pengangguran, ini untuk Trenggalek itu pengangguran hanya turun 0,04 persen,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang ada di Disnaker Trenggalek per 13 November 2025 tercatat sebanyak 180 pelamar telah mendaftar sebagai peserta magang. (tra/din)