Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sosok Perempuan Asal Trenggalek yang Jadi Guru Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Devi Larasati Sandhi di SMKN 1 Pogalan

Gunawan Awan • Sabtu, 15 November 2025 | 01:40 WIB
Guru tata kecantikan kulit dan rambut di SMKN 1 Pogalan Trenggalek,  Devi Larasati Sandhi, yang selalu bimbing siswa hingga sukses.
Guru tata kecantikan kulit dan rambut di SMKN 1 Pogalan Trenggalek, Devi Larasati Sandhi, yang selalu bimbing siswa hingga sukses.

TRENGGALEK - Di balik ruang praktik beraroma hair spray dan alat curly yang berderet rapi, tampak seorang guru muda tengah membimbing siswanya dengan sabar.

Jemarinya cekatan membantu murid yang gugup saat mencoba menata rambut.

“Pelan-pelan, setiap karya punya keindahan kalau dikerjakan dengan hati,” ucapnya lembut.

Dialah Devi Larasati Sandhi, SPd, guru Tata Kecantikan Kulit dan Rambut di SMKN 1 Pogalan Trenggalek, sosok yang tak sekadar mengajar kecantikan, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan.

Sudah lima tahun Devi mengabdikan diri di dunia pendidikan vokasi.

Dia percaya bahwa kecantikan sejati bukan hanya dari hasil riasan, melainkan dari karakter dan kerja keras di baliknya.

“Motivasi terbesar saya adalah menjadikan siswa SMK jurusan Tata Kecantikan sebagai generasi muda yang kreatif, terampil, dan mandiri. Saya ingin membuktikan bahwa lulusan SMK tidak kalah dengan lulusan akademik, bahkan bisa lebih siap kerja,” ujarnya penuh semangat.

Devi memahami betul bahwa setiap siswanya memiliki potensi berbeda. Ada yang piawai menata rambut, lihai merias wajah, pandai melakukan facial dan massage, dan ada yang pandai berbicara dengan pelanggan.

“Tugas saya bukan hanya mengajar, tapi menuntun mereka menemukan keunggulan masing-masing,” tuturnya.

Karena itu, dia sering mengajak siswanya belajar di luar kelas membuka salon mini di sekolah, mengikuti lomba kecantikan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional, bahkan membuat produk perawatan sederhana hasil karya sendiri.

Melalui kegiatan-kegiatan itu, Devi ingin mengajarkan lebih dari sekadar keterampilan teknis.

Dia menekankan pentingnya etika kerja, keramahan, dan kebersihan sebagai ciri profesional sejati.

Baca Juga: SMK/ SMA Negeri di Jatim Wajib Fasilitasi SPMB, SMKN 1 Pogalan Trenggalek Beri Bimbingan

“Keterampilan bisa dipelajari, tapi sikap adalah cerminan karakter,” katanya.

Hasilnya nyata. Banyak siswa dulunya pemalu kini berani tampil di berbagai ajang kompetisi kecantikan.

Ada pula yang kini sukses membuka usaha rias pengantin dan salon rambut, ada yang kuliah sambil freelance, dan banyak yang bekerja di salon rambut, rias pengantin, klinik kecantikan,  dan ada yang bekerja di perusahaan brand makeup ternama.

“Melihat mereka tumbuh dan percaya diri, rasanya seperti melihat bunga mekar satu per satu. Indah sekali,” ungkapnya tersenyum.

Bagi Devi, menjadi guru SMK bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati. Dia percaya pendidikan vokasi adalah pintu menuju kemandirian dan masa depan yang berdaya saing.

“Jadikan setiap karya sebagai cermin keindahan hati dan dedikasi,” begitu prinsip hidup yang selalu dipegangnya.

Di tangan sosok seperti Devi Larasati Sandhi, dunia pendidikan bukan hanya mencetak pekerja terampil, tapi juga melahirkan generasi yang mampu berkarya dengan hati.

Seorang guru yang tak hanya menata rambut dan merias wajah, tetapi juga merangkai mimpi-mimpi masa depan siswanya helai demi helai, dengan kuas cinta dan ketulusan.

Dan juga demi majunya SMKN 1 Pogalan yang semakin BERDAYA kedepanya. (gun/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Tata Kecantikan Kulit dan Rambut #Devi Larasati Sandhi #trenggalek #SMKN 1 Pogalan