Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Talud Sungai di Mlinjon Trenggalek Ambles, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Zaki Jazai • Minggu, 16 November 2025 | 01:21 WIB
TRC Penanggulangan Bencana bersama warga melihat kondisi talud sungai yang jebol di wilayah Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek.
TRC Penanggulangan Bencana bersama warga melihat kondisi talud sungai yang jebol di wilayah Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK  – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Suruh pada Jumat (14/11/2025) sore memicu terjadinya tanah ambles di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.00, ketika talud sungai di wilayah di dataran tinggi Trenggalek tersebut tiba-tiba longsor dan amblas dengan ukuran cukup besar, yakni tinggi sekitar 9 meter dan lebar 25 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa bencana alam di Trenggalek tersebut.

Meski begitu, kerusakan talud membuat kawasan sekitar perlu mendapatkan perhatian khusus karena potensi longsor susulan masih bisa terjadi jika hujan kembali turun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, St. Triadi Atmono, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor langsung turun ke lokasi bersama Babinsa, BKTM, perangkat desa, dan warga untuk melakukan penanganan awal serta memastikan area tetap aman.

“Petugas bersama unsur desa langsung mendatangi lokasi untuk pengecekan dan memberikan langkah penanganan cepat. Kami juga memasang rambu peringatan agar masyarakat tidak mendekat ke area yang rawan ambles,” jelas Triadi, Sabtu (15/11/2025).

Dia menegaskan, cuaca di wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan intensitas hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Kondisi ini membuat sejumlah wilayah dengan struktur tanah labil berisiko terjadi longsor maupun pergerakan tanah.

“Kami menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, tebing, atau lereng curam untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau hujan turun deras, segera menjauh dari lokasi rawan dan laporkan jika melihat adanya retakan tanah atau tanda-tanda longsor,” tegasnya.

Itu dilakukan mengingat, berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Trenggalek masih berpotensi diguyur hujan berintensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, disertai petir dan angin kencang di sejumlah titik.

BPBD meminta masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan cuaca ekstrem.

BPBD juga memastikan akan terus melakukan monitoring lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi adanya kejadian susulan.

Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan.

“Jangan menunggu terjadi bencana baru bergerak. Keselamatan harus jadi prioritas. Kalau ada potensi bahaya, segera menjauh,” ujar mantan Kasatpol PPK Trenggalek ini. (jaz/din)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#ambles #bencana #trenggalek