TRENGGALEK – Salah satu ruas jalan di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, mengalami kerusakan yang parah.
Jalan yang menjadi akses menuju wisata Kali Temon Trenggalek itu tampak berlubang, berlumpur, dan licin sehingga membahayakan para pengguna jalan.
Menurut penuturan warga setempat, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung selama dua tahun dan belum dapat perhatian dari Pemkab Trenggalek.
Hal tersebut diperparah karena jalan tersebut juga menjadi akses untuk truk-truk yang mengangkut limbah-limbah dari proyek Bendungan Bagong di Desa Sumurup dan Desa Sengon, Kecamatan Bendungan.
Aktivitas kendaraan berat tersebut membuat permukaan jalan semakin cepat rusak.
“Jalan rusak, ini sudah dua tahunan ini,” ungkap salah satu warga Desa Ngares, Ahsan, Jumat (14/11/2025).
Dia menjelaskan, selama proyek Bendungan Bagong masih berjalan dan limbahnya mengalir turun ke Sungai Temon, maka jalan kondisinya akan tetap sama seperti yang sekarang.
“Selama limbah dari bendungan turun ke sungai bakalan tetap begini,” ungkapnya.
Selain aktivitas kendaraan berat, kerusakan jalan di kawasan tersebut juga disebabkan oleh aktivitas hidrologi, seperti hujan dan banjir.
Dia menjelaskan bahwa daerah tersebut sering dilanda banjir dan diperparah tak adanya saluran drainase.
Upaya perbaikan jalan sendiri dinilai belum efektif.
Hal tersebut dikarenakan selama ini perbaikan hanya berupa pengurungan lubang jalan dengan tanah, di mana saat turun hujan akan mengubah tanah tersebut menjadi lumpur.
Dia berharap terdapat penanganan yang lebih efektif dalam mengatasi kerusakan jalan di kawasan tersebut.
“Sebagai masyarakat, saya mohon ke instansi terkait, untuk dipadatkan biar gak jeglong-jeglong,” pungkasnya. (tra/din)