Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pedagang Grosir di Trenggalek Hengkang dari Pasar Pon karena Beragam Alasan, Begini Penuturan Mereka

Fatra Aditya • Selasa, 18 November 2025 | 02:15 WIB

 

Pascakebakaran pada tahun 2018 silam, kondisi Pasar Pon Trenggalek tidak seramai sebelumnya dan jumlah pengunjung terus menurun.
Pascakebakaran pada tahun 2018 silam, kondisi Pasar Pon Trenggalek tidak seramai sebelumnya dan jumlah pengunjung terus menurun.

TRENGGALEK  - Pedagang di Pasar PON Trenggalek mengaku kegiatan yang digelar di pelataran pasar tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pembeli.

Pascakebakaran pada tahun 2018 silam, kondisi Pasar Pon tidak seramai sebelumnya dan jumlah pengunjung terus menurun.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk menghidupkan lagi suasana ramai pasar tersebut.

Termasuk dengan gelar berbagai event di pelataran Pasar PON. Hasilnya dinilai kurang efektif.

Salah satu pedagang, Yuda S menyampaikan, banyak pengunjung memanfaatkan fasilitas umum termasuk toilet di dalam pasar daripada pengunjung berbelanja saat ada event.

“Menurut saya sebenarnya agak membantu. Tetapi pengujung masuk ke sini (pasar) cuma numpang toilet, jalan-jalan, foto-foto, enggak beli,” ungkapnya Minggu (16/11/2025).

Dia menjelaskan, penjualan para pedagang tidak mengalami perubahan signifikan pascakebakaran dan pemindahan kembali ke bangunan pasar baru.

Setelah bangunan pasar dievitalisasi, kios pasar sekarang yang dibagikan kepada pedagang tergolong kecil dan sekat-sekat dari kios-kios tersebut tidak boleh dibobol.

Hal itu menyebabkan pedagang-pedagang besar termasuk pedagang grosir kabur dari Pasar Pon, karena mereka butuh kios luas.

“Kios itu kan tidak boleh dibobol. Sedangkan, pedagang-pedagang besar biar lebih mudah, dibobol biar lebih enak, biar lebih panjang, tapi tidak boleh dari awal,” jelasnya.

Dengan kondisi kios sempit, para pedagang yang bukan pedagang besar kebingungan untuk menaruh barang dagangan.

Lorong-lorong pasar pun mereka manfaatkan untuk menaruh barang  dagangannya, karena tidak cukup diletakkan di dalam kios.

Menurut dia, hengkangnya pedagang-pedagang besar memberikan dampak buruk terhadap perputaran roda ekonomi di pasar.

Dia berharap supaya pengelola pasar dapat mempertimbangkan kebijakan yang dapat mengundang kembali pedagang-pedagang besar supaya pasar terasa hidup lagi.

Lantaran para pedagang-pedagang besar tersebut mempunyai agen-agen dari seluruh kecamatan yang ada di Trenggalek.

Maka masuknya mereka kembali akan dapat mendorong perputaran roda ekonomi di pasar PON ke arah yang positif.

“Mungkin perlu peningkatan pedagang-pedagang besar itu dimasukkan lagi. Soalnya itu bisa mendorong perekonomian di sini agar lebih maju,” pungkasnya. (tra/din)

KREATIF: Olahan panganan lokal di posyandu Desa Pakem Kecamatan Sukolilo, Pati.
KREATIF: Olahan panganan lokal di posyandu Desa Pakem Kecamatan Sukolilo, Pati.
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #Pasar Pon