TRENGGALEK – Peristiwa nahas menimpa MTP, 15, warga Dusun/Desa Malasan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
Remaja Trenggalek tersebut ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai irigasi pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 09.49.
Tubuh korban ditemukan mengapung tak lama setelah berpamitan kepada ayahnya untuk belajar berenang di kawasan pinggiran Trenggalek yang dekat dengan Kabupaten Tulungagung ini.
Dari informasi yang dihimpun Radar Trenggalek, sebelum kejadian, MTP mengikuti ayahnya, S, mencari kangkung di area persawahan sekitar RT 04 RW 01 Dusun Malasan.
Di tengah kegiatan tersebut, korban berpamitan untuk menuju sungai irigasi yang tak jauh dari lokasi dan mencoba belajar berenang.
Namun, beberapa menit kemudian, saksi Suparno melihat sesuatu mengapung di aliran sungai.
Saat didekati, dia mendapati bahwa benda tersebut adalah tubuh MTP.
Saksi lalu memanggil Marlin dan ayah korban untuk melakukan evakuasi.
Ketika diangkat ke tepi sungai, remaja tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Perangkat desa lalu dihubungi untuk menangani kejadian tersebut.
Kasi Humas Polres Trenggalek, Iptu Katik mengatakan, Unit Inafis dan personel Polsek Durenan telah melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban.
Hasil pengecekan tidak ditemukan indikasi kekerasan apa pun.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, baik kekerasan benda tumpul maupun benda tajam,” ujarnya.
Iptu Katik menjelaskan, dari pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, besar kemungkinan korban meninggal akibat tenggelam saat belajar berenang.
Kondisi sungai yang tampak dangkal namun memiliki arus dasar yang cukup kuat bisa membahayakan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang belum mahir berenang.
“Kami melihat faktor lingkungan juga berpengaruh. Sungai irigasi ini sekilas terlihat dangkal, tetapi ada bagian-bagian yang dalam dan licin. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di area aliran irigasi seperti ini,” tambahnya.
Terkait kejadian tersebut, Polres Trenggalek juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama di area yang berpotensi membahayakan seperti sungai, waduk, atau saluran irigasi.
“Pengawasan orang tua menjadi hal yang sangat penting. Jangan biarkan anak-anak bermain atau belajar berenang tanpa pendampingan. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas,” tegas Iptu Katik.
Pihak kepolisian bersama perangkat desa telah menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk proses pemakaman. Kasus tersebut dinyatakan sebagai kecelakaan murni.(jaz/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah