TRENGGALEK – Kebutuhan dokter di Kabupaten Trenggalek belum terpenuhui semuanya.
Kondisi ini berdampak pada upaya Pemkab Trenggalek dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang merata bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Sunarto mengungkapkan bahwasanya Trenggalek masih kekurangan dokter.
Dia menegaskan, kebutuhan tenaga medis tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga distribusi di setiap fasilitas layanan kesehatan.
Berdasarkan standar rasio yang diterapkan di Kabupaten Trenggalek, dibutuhkan 11,76 dokter per 1.000 penduduk.
Sedangkan untuk saat ini rasio berada di angka 8,56 per 1.000 penduduk sehingga masih kurang 3,2 per 1.000 penduduk.
Data ini menjelaskan bahwa jumlah dokter yang tersedia belum mencapai standar yang ditetapkan.
“Sesuai dengan standar di kabupaten Trenggalek, rasio dokter dengan jumlah penduduk adalah 11,77 per 1.000 penduduk, saat ini tercapai 8,56 per 1.000 penduduk,” ungkap Sunarto, Selasa (18/11/2025).
Dia menjelaskan, rasio tersebut mewakili semua dokter, baik dokter umum dan dokter-dokter spesialis.
Dia menambahkan bahwa beberapa jenis layanan kesehatan masih membutuhkan penambahan dokter secara lebih spesifik.
“Rasio yang masih kurang adalah semua dokter baik dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis lainnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes PPKB melakukan berbagai upaya demi mencukupi kebutuhan dokter di Trenggalek.
Upaya yang dilakukan antara lain menambah dokter dengan formasi aparatur sipil negara (ASN) dan penyediaan program pendidikan lanjut untuk dokter-dokter yang mengambil spesialisasi penyakit.
“Menambah dokter dengan formasi ASN, untuk dokter spesialis dengan menyekolahkan Pendidikan dokter spesialis,” tuturnya.
Dengan tercukupinya kebutuhan dokter di Trenggalek, diharapkan layanan-layanan medis yang beroperasi dapat memberikan layanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat.
Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas kesehatan di daerah.
“Kebutuhan tenaga medis tercukupi dan dapat memberikan layanan terbaik di kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah