Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tanah Longsor di Trenggalek Ancam Permukiman Warga, BPBD Ungkap Kondisi di Lapangan

Zaki Jazai • Kamis, 20 November 2025 | 20:52 WIB
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan sejumlah rumah terdampak.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan sejumlah rumah terdampak.

 

TRENGGALEK – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, pada Selasa (18/11/2025) memicu terjadinya tanah longsor di dua titik berbeda.

Peristiwa di wilayah pegunungan Kabupaten Trenggalek ini terjadi sekitar pukul 13.00 tersebut membuat satu rumah warga dan jalur antardesa terdampak cukup serius.

Data BPBD Trenggalek mencatat, longsor pertama terjadi di belakang rumah milik Jemingin, warga RT 32 RW 17 Dusun Depok, Desa Pule.

Material tanah bergerak sepanjang 20 meter dengan lebar 15 meter hingga menggerus sebagian struktur halaman rumah.

Sementara titik kedua terjadi pada jalan penghubung Desa Pule–Tanggaran di RT 15 RW 08 Dusun Ngugur. Longsoran di lokasi itu mencapai panjang 7 meter dan mengganggu akses warga.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono  mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, kondisi pergeseran tanah di sekitar rumah Jemingin terpantau terus mengalami perubahan.

Dari hasil pemantauan lapangan, retakan tanah sudah mencapai kedalaman 50 sentimeter hingga 1 meter dengan pergeseran mencapai 30 sentimeter.

“Kemarin itu (Selasa, Red) sekitar pukul lima pagi pergerakan tanahnya cukup terasa. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan, sehingga harus benar-benar diwaspadai,” terang Triadi.

Dia menjelaskan, BPBD bersama aparat kepolisian, TNI, dan perangkat desa langsung melakukan pengecekan lokasi sesaat setelah laporan masuk.

Tim gabungan turut memberikan imbauan kepada warga sekitar, termasuk pemilik rumah serta pengguna jalan desa, agar meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Triadi, rumah Jemingin direkomendasikan untuk dikosongkan sementara waktu, mengingat pergeseran tanah berpotensi kembali terjadi.

Baca Juga: Proyek di Trenggalek Rp 2,5 M untuk Pengurukan Lokasi Sekolah Rakyat, Sumber Material Tanah Terungkap

“Rekomendasi kami ya dievakuasi, daripada terjadi kondisi yang lebih parah. Kami berharap hal itu bisa meminimalisasi dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Selain pemantauan, TRC Multisektor dan perangkat desa juga memasang garis pengamanan di sekitar area longsor.

BPBD memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Terlebih, curah hujan di wilayah selatan Trenggalek masih cukup tinggi.

Sementara itu, kerugian material akibat longsor diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Akses jalan yang terdampak kini hanya bisa dilalui kendaraan ringan secara terbatas, sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari pihak terkait.

BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk rutin memantau kondisi lingkungan, terutama saat hujan berlangsung.

“Kami minta warga tetap tenang namun waspada. Jika ada retakan atau tanda-tanda gerakan tanah, segera lapor ke perangkat desa atau BPBD,” tutup mantan kasatpol PPK Trenggalek ini. (jaz/c1/din)

NAIK KELAS: Alat sablon yang diberikan kepada UMKM  sablon Bove Bangkalan.
NAIK KELAS: Alat sablon yang diberikan kepada UMKM sablon Bove Bangkalan.
Photo
Photo
Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bpbd #pule #bencana #trenggalek #tanag longsor