Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jalan Ngetal–Kampak di Trenggalek Rencana Terealisasi Awal 2026 dan Gunakan Sistem Multiyears

Zaki Jazai • Sabtu, 22 November 2025 | 02:53 WIB

 

Ruas jalan Ngetal - Kampak di Trenggalek yang rencana akan diperbaiki awal 2026 depan.
Ruas jalan Ngetal - Kampak di Trenggalek yang rencana akan diperbaiki awal 2026 depan.

TRENGGALEK – Upaya peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan progres nyata.

Ruas jalan Ngetal–Kampak di Trenggalek yang sejak lama dinantikan masyarakat Trenggalek akhirnya dipastikan masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan ditargetkan mulai dibangun pada awal 2026.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah melakukan verifikasi dan menetapkan Ngetal–Kampak sebagai ruas prioritas.

Dari tiga usulan yang diajukan Pemkab—yakni Ngetal–Kampak, Ngampon–Bendo, dan akses menuju pelabuhan Watulimo—hanya Ngetal–Kampak yang disetujui.

“Untuk ruas Ngetal sampai Kampak itu sebenarnya ada dua ruas. Yaitu Ngetal–Gandusari dan Gandusari–Kampak. Setelah verifikasi, pemerintah pusat menyetujui ruas ini karena dinilai strategis dan menjadi penghubung ekonomi masyarakat,” jelasnya, Kamis (21/11/2025).

Karena nilai anggarannya besar, pembangunan direncanakan menggunakan skema multiyears.

Proses pengerjaan diproyeksi dimulai akhir 2025 dan masuk tahap pelaksanaan penuh pada awal 2026.

“Dengan sistem tahun jamak, pembangunan berlangsung hingga tahun berikutnya. Targetnya awal 2026 sudah bisa terealisasi,” imbuhnya.

Meski IJD sudah dipastikan, Pemkab Trenggalek tetap membuka peluang pendanaan dari sumber lain seperti Dana Alokasi Khusu (DAK) maupun program bantuan pusat lainnya.

Menurut Anjang, alternatif pendanaan masih terus dicari untuk menekan ketergantungan pada pinjaman daerah.

“Kalau bisa dibiayai dari sumber dana lain tentu lebih baik. Sekaligus meminimalisir beban pinjaman daerah,” terangnya.
Sebelumnya, Pemkab berencana mengajukan pinjaman ke PT SMI untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur rusak.

Rencana itu semula dieksekusi melalui APBD Perubahan 2025, namun setelah evaluasi, proyek dialihkan ke APBD Induk 2026 agar persiapan lebih matang.

Baca Juga: Ruas Jalan di Desa Ngares Trenggalek Rusak Parah Berlumpur dan Licin Bahayakan Pengendara

“Saat ini kami fokus melengkapi syarat pinjaman, termasuk penyusunan DED dan FS,” jelasnya.

Anjang menegaskan bahwa persiapan dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS) menjadi kunci agar proyek berjalan efektif dan sesuai standar.

Dengan masuknya Ngetal–Kampak dalam program IJD, masyarakat kini menanti realisasi pembangunan jalan yang selama ini menjadi salah satu urat nadi penghubung antar kecamatan di Trenggalek tersebut.

“Dengan persiapan yang matang, pembangunan tidak hanya asal membangun, tetapi betul-betul siap dari sisi teknis maupun pembiayaan. Targetnya awal 2026 bisa mulai direalisasikan,” pungkas pria yang masih menjadi Kabid Bina Marga dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Trenggalek ini. (jaz/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#jalan rusak #PUPR #trenggalek #Jalan Ngetal Kampak