TRENGGALEK- Dunia seni tari menjadi tempat bagi banyak anak muda di Trenggalek mengekspresikan diri, dan di antara mereka, nama Naila Zakia Elfadhila mulai mencuri perhatian.
Remaja asal Dusun Nglayur, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek ini menapaki perjalanan panjang penuh jatuh bangun untuk mewujudkan kecintaannya pada panggung tari.
Sejak kecil jauh dari pusat Kabupaten Trenggalek ini, namun Naila telah akrab dengan dunia seni.
Sang ibu, yang melihat bakatnya, mendaftarkannya ke sanggar tari untuk mengasah kemampuan.
Namun, perjalanan itu tak berjalan mulus. Ketika ibunya harus bekerja di luar negeri, kegiatan menari Naila terhenti karena tidak ada yang bisa mengantar.
“Waktu itu rasanya sedih sekali. Saya seperti kehilangan tempat untuk mengekspresikan diri,” kenangnya.
Meskipun sempat berhenti, semangat Naila tak padam. Ketika beranjak remaja, dia memutuskan kembali menari dan mengejar ketertinggalan.
Memasuki masa SMA, dia semakin serius mendalami seni tari dan ikut serta dalam berbagai kompetisi. “Saya sadar, kalau ingin maju, saya harus kembali bangkit. Tari sudah menjadi bagian dari diri saya,” ujarnya.
Perjuangan itu berbuah manis. Naila tampil di pembukaan Raimuna 360 Prigi tahun 2023, sebuah pengalaman yang memperluas wawasannya dalam dunia pertunjukan.
Tak hanya itu, dia juga meraih Juara 5 Penyaji Terbaik Festival Jaranan Terbuka 2024 kategori Yakso, juara 2 Perwosi bidang senam, serta Best Costume dalam National Dance Competition IFORTE.
Meski prestasinya terus bertambah, Naila tetap rendah hati.
Dia memiliki harapan besar untuk masa depannya. “Saya ingin terus belajar dan mengeksplorasi lebih banyak tarian. Terpenting, saya ingin membanggakan orang tua dan tetap rendah hati dalam setiap pencapaian,” tuturnya.
Tidak hanya bagi dirinya, Naila juga ingin seni tari menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Belajar menari tidak harus membuat kita menjadi penari profesional. Yang penting adalah rasa bahagia dan keberanian untuk mencoba,” jelasnya.
Dengan kegigihan dan tekad kuat, Naila Zakia Elfadhila membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya.
Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda Trenggalek untuk terus bermimpi dan tidak mudah menyerah dalam mengejar passion. (bim/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah