TRENGGALEK – Festival Sungai Likaliku yang diadakan di Bendungan Widoro, Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek tak hanya menyajikan festival budaya.
Namun juga menyajikan kegiatan yang menarik untuk ditonton warga Trenggalek.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian pengunjung mayoritas warga Trenggalek adalah lomba balap gethek atau rakit.
Lomba balap gethek yang menjadi suguhan yang menghibur di tengah suasana sungai yang ramai oleh warga dan peserta.
Lomba tersebut diikuti oleh beberapa tim yang masing-masing tim beranggotakan dua orang.
Dengan menggunakan gethek sederhana, para peserta harus mengarungi arus udara di Dam Widoro untuk mencapai garis finish secepat mungkin untuk dapat melanjutkan ke babak selanjutnya hingga akhirnya menjadi pemenang.
Salah satu peserta lomba gethek, Fadhil mengatakan lomba yang diadakan cukup seru atmosfernya.
Baca Juga: Trenggalek Bangun Ekosistem lewat Festival Sungai dengan Hadirkan Berbagai Kegitan
Selain itu, dia menyampaikan dengan diadakannya acara ini dapat berkumpul dengan teman-temannya.
“Seru, bisa berkumpul dengan teman-teman, ya serulah” ungkapnya.
Menurut dia tantangan utama dalam balapan ini bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kekompakan dalam mendayung rakit.
Dia menjelaskan, ketika ritme dayung tidak kompak, sangat sulit untuk mendayung rakit dan membuatnya bergerak.
“Kesulitan ya, pas dayung itu, kalau gak kompak, sulit,” jelasnya.
Dia menyampaiakan kesan dan pesannya ketika mengikuti lomba balap gethek tersebut.
Yakni berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga selesai dan dapat terus diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya.
“Harapannya acara ini berjalan dengan baik sampai selesai,”
Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa kegitan ini diharapkan dapat memperkuat kekompakan pemuda-pemuda yang ada di Desa Widoro.
“Semoga anak-anak Widoro makin kompak,” tuturnya.
Lomba balap gethek tersebut bukan sekedar hiburan di tengah acara Festival Sungai Lika Liku.
Namun, juga kompetisi yang kompetitif. Peserta merebutkan hadiah sebesar Rp 700 ribu dan satu ekor kambing.
Peserta yang mendapatkan juara satu akan mendapatkan hadiah seekor kambing, juara kedua akan membawa pulang uang sebesar Rp 400 ribu dan juara ketiga akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 300 ribu. (*)