TRENGGALEK – Komposisi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Trenggalek didominasi oleh tenaga pendidik.
Data terbaru Badan Kepegawaian Daerah (BKD) trenggalek per September 2025 mencatat jumlah ASN mencapai 9.093 orang, dengan sebagian besar berada pada jabatan fungsional, terutama guru.
Kepala BKD Trenggalek, Heri Yulianto menjelaskan, guru merupakan kelompok terbesar dalam struktur ASN daerah.
“Dari total ASN yang ada, porsi terbesar memang berasal dari jabatan fungsional, dan paling dominan adalah guru. Mereka menjadi penopang utama layanan pendidikan di Trenggalek,” ujarnya.
Berdasarkan Dashboard Kepegawaian BKD dan portal Satu Data Trenggalek, jumlah ASN mencakup 5.298 PNS dan 3.795 PPPK.
Dari total tersebut, kelompok fungsional mayoritas adalah guru dan tenaga kesehatan yang berada pada kisaran 5.000 hingga 6.000 orang.
“Kalau kita lihat distribusinya, guru dan tenaga kesehatan menempati proporsi terbesar. Untuk pendidik saja jumlahnya mencapai ribuan, baik yang berstatus PNS maupun PPPK. Ini juga dipengaruhi oleh kebijakan rekrutmen dalam beberapa tahun terakhir yang fokus pada sektor pendidikan,” jelasnya.
BKD menyebut kebutuhan guru terus meningkat seiring gelombang pensiun yang mencapai sekitar 500 ASN setiap tahun.
Mayoritas dari sektor pendidikan. Pada 2023 misalnya, terdapat 188 PNS purnatugas, yang sebagian besar adalah guru.
Untuk mengisi kekosongan, pemerintah daerah melakukan rekrutmen CPNS dan PPPK sesuai prioritas pelayanan dasar.
Di sisi lain, Trenggalek juga menghadapi tantangan kebijakan minus growth yang menekan belanja pegawai.
Baca Juga: Kompetensi Digital Guru dalam Menghadapi Transformasi Pembelajaran Era 5.0
Maka, rekrutmen 2025 diarahkan agar lebih selektif.
“Kami menyesuaikan rekrutmen dengan kebutuhan riil di sekolah dan unit layanan. Prioritas tetap pada guru karena beban mengajar harus terpenuhi,” jelasnya.
BKD akan terus memperbarui manajemen kepegawaian melalui transformasi digital, salah satunya lewat SSO Kepegawaian yang mempermudah pemetaan kekuatan ASN.
Masyarakat kini dapat mengakses data jumlah dan distribusi ASN secara terbuka melalui Dashboard BKD.
“Transparansi ini penting supaya publik bisa mengetahui kondisi tenaga pendidik kita, termasuk daerah mana yang masih kekurangan guru,” kata mantan kepala Disperinaker Trenggalek ini. (jaz/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah