Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kondisi Jalan di Desa Wonocoyo Trenggalek yang Diprotes Warga, Pemkab Beri Kabar Gembira

Zaki Jazai • Kamis, 27 November 2025 | 02:00 WIB

 

Kondisi jalan di Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, yang diprotes warga dan akan segera diperbaiki.
Kondisi jalan di Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, yang diprotes warga dan akan segera diperbaiki.

 

TRENGGALEK – Protes keras warga RT 5 Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek yang memasang banner sindiran di sepanjang ruas Jalan Ngetal–Kampak akhirnya mendapat kepastian tindak lanjut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memastikan penanganan genangan banjir di wilayah tersebut segera berjalan.

Proyek di Trenggalek itu diusulkan lewat Program Inpres Jalan Daerah (IJD) pemerintah pusat itu kini memasuki tahap akhir tender.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, menyampaikan bahwa keluhan warga memang berakar pada buruknya sistem drainase.

Setiap hujan deras turun, air meluap ke jalan dan menutup sebagian badan jalan hingga menimbulkan risiko kecelakaan.

“Protes warga Wonocoyo itu menyoroti persoalan drainase. Wilayah yang dipasangi banner itu memang kerap tergenang tiap hujan. Karena itu penyelesaiannya kami prioritaskan,” tegas Anjang, Selasa (25/11/2025).  

Pemkab Trenggalek diketahui telah mengajukan perbaikan ruas jalan Ngetal–Kampak melalui program IJD sejak awal 2025. Usulan tersebut akhirnya diakomodasi Kementerian PUPR.

“Alhamdulillah, kabar terakhir menyebut usulan itu sudah masuk dan diakomodasi. Estimasi anggarannya sekitar Rp 25 miliar,” ungkapnya.

Proyek ini bersifat menyeluruh, tidak hanya peningkatan kualitas jalan, tetapi juga pembangunan drainase baru, terutama di pintu masuk Desa Wonocoyo—titik yang selama ini menjadi langganan banjir.

“Ketika drainase terbangun, genangan yang dikeluhkan warga tentu bisa teratasi,” lanjutnya.

Baca Juga: Dampak Longsor di Trenggalek, Menutup Total Jalan Antardesa di Kawasan Pegunungan Akibat Material dari Bukit Setinggi 12 Meter

Anjang memastikan proses tender sudah hampir selesai. Kementerian PUPR disebut telah menetapkan calon pemenang lelang. Saat ini tinggal menunggu diterbitkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebelum kontrak bisa diteken.

“Proses tendernya nyaris rampung. Calon pemenang sudah ada. Kontrak berjalan setelah DIPA ditetapkan,” jelasnya.

Jika kontrak diteken pada akhir 2025, pelaksanaan pekerjaan ditargetkan mulai Desember tahun ini hingga 2026, sesuai mekanisme multiyears.

Setelah pembangunan drainase dan jalan dari program IJD dinyatakan selesai, Dinas PUPR Trenggalek menyiapkan tahap lanjutan.

Tahun anggaran 2026, pemerintah daerah berencana membangun saluran pembuang akhir. Tujuannya agar aliran dari drainase baru tidak kembali meluap ke jalan.

Dengan adanya kepastian ini, warga Wonocoyo akhirnya punya harapan bahwa genangan yang selama bertahun-tahun menyulitkan aktivitas akan segera berakhir.

Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan target waktu yang telah ditentukan.

“Kami akan melanjutkan drainase itu sampai ke saluran pembuang. Semoga solusi banjir di wilayah ini bisa tuntas dan permanen,” pungkas pria yang juga sebagai Kabid Bina Marga dan Jasa Konstruksi PUPR Trenggalek ini. (jaz)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#JDI #jalan rusak #pemkab #trenggalek