Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Cara Unik Ubai Warga Trenggalek Menjual Buah di Kebun hingga Jadi Lokasi Wisata

Fatra Aditya • Senin, 1 Desember 2025 | 19:00 WIB
Di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, ada cara yang unik untuk menjual buah-buahan dari kebunnya.
Di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, ada cara yang unik untuk menjual buah-buahan dari kebunnya.

TRENGGALEK – Ubai, warga Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek mempunyai cara yang unik untuk menjual buah-buahan dari kebunnya.

Alih-alih menjualnya ke pengepul atau pedagang, dia justru menjadikan kebunnya menjadi wisata petik buah yang dapat menarik minat wisata masyarakat di Trenggalek.

Dia mengaku bahwa ide menjadikan wisata petik buah di Trenggalek tersebut muncul dari teman-temannya.

Dia menjelaskan bahwa kebunnya memenuhi aspek-aspek untuk membuat wisata petik buah, baik dari lokasi hingga suasananya.

“Tempatnya lumayan mendukung, di tempat-tempat yang lain biasanya kan wisata petik itu kan rata-rata di sawah, aksesnya agak susah. Kalau ini aksesnya kan masih di kampung, suasananya kebunnya itu juga ada,” jelasnya.

Pada awalnya buah yang Ubai tanam adalah buah tin, namun karena beberapa alasan dia pun mengganti buah tin dengan buah melon.

Melon dipilih karena dapat dipanen dalam masa kurang dari tiga bulan.

“Kalau melon itu waktu panen sekitaran 65-70 hari. Kalau anggur sampai panen itu membutuhkan waktu sekitaran 3 bulan sampai 4 bulan, tergantung jenisnya juga, akhirnya kemarin itu kita putuskan untuk melon,” ungkapnya.

Ubai mengatakan, yang ditanamnya merupakan buah melon premium, jenisnya antara lain DB75, Sweetness dan Itanon.

Jenis-jenis melon tersebut merupakan melon impor, menurutnya karena melon-melon tersebut diimpor jadi rentan terhadap serangan hama atau penyakit.

Namun, saat disinggung mengenai perawatan, dia menjelaskan bahwa perawatan melon tersebut sama saja dengan melon-melon jenis lainnya.

Akan tetapi, karena melon import tersebut rentan jadi perlu perawatan yang sedikit ekstra, apabila ditemukan hama maka harus segera ditanggulangi.

“Sama kayak melon-melon lainnya, cuman kan melon import itu lebih rentan sebenarnya. Ya semua halmah kalau enggak ditanggulangi ya cepat menyebar, harus ini lebih telaten paling tidak,” ujarnya.

Dia menuturkan untuk meminimalisir serangan hama, dirinya sudah membuat sebuah greenhouse.

Menurut dia, dengan adanya greenhouse tersebut sudah membantu untuk mengurangi serangan hama.

“Sudah ada game house kayak gini, itu kan sudah meminimalisir (hama),” tuturnya.

Untuk sekarang, Ubai hanya memiliki satu greenhouse.

Dia berharap dapat mengembangkan wisata petik buahnya supaya membuat greenhouse yang lain, dengan demikian kebunnya dapat beroperasi terus tidak hanya mengendalkan satu greenhouse saja.

“Kedepannya, ya kalau ada uang mungkin di ekspansi kita. Kalau ada dana mungkin kita ekspansilah.Paling tidak punya tiga greenhouse gitu kan udah muter itu,” jelasnya.

Selain hama, cuaca juga merupakan faktor yang mempengaruhi pada perawatan melon.

Tingginya curah hujan dan tingkat kelembapan dapat menyebabkan munculnya jamur.

Ubai menyebut untuk mengatasi hal tersebut ia menyemprotkan obat-obatan fungisida.

“Kalau enggak rutin itu, kalau sudah jamur masuk sudah tidak bisa terubati. Jadi paling enggak lima hari sekali lah kita cegah dengan fungisida,” pungkasnya. (tra/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#trenggalek #wisata petik buah melon