TRENGGALEK – Proyek pengurukan lahan calon Sekolah Rakyat di Kabupaten Trenggalek kembali menuai sorotan.
Setelah proses tender sempat gagal, kini giliran warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, hingga yang biasa beraktivitas di area Pasar Basah tempat lokasi sekolah rakyat mengeluhkan kerusakan jalan.
Kerusakan jalan ke Pasar Basah Trenggalek itu, akibat hilir mudik truk pengangkut tanah urug dari Sungai Temon.
Jalan yang semula bisa dilalui dengan nyaman kini berubah bergelombang dan berlubang di sejumlah titik.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Anjang Purwoko, membenarkan bahwa kerusakan tersebut merupakan dampak langsung dari lalu lintas kendaraan bertonase besar yang terlibat dalam proyek penataan lahan Sekolah Rakyat.
“Kegiatan pengangkutan dengan volume kendaraan besar pasti berdampak pada kerusakan jalan yang dilewati,” katanya, Selasa (2/12/2025).
Anjang menjelaskan bahwa proyek penataan lahan sejatinya sudah dimulai sejak kontrak ditandatangani 6 November.
Namun sebelumnya, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) sempat melakukan tender cepat yang berujung gagal karena tidak ada penyedia yang lolos evaluasi.
“Proses tender cepat kemarin gagal karena tidak ada penyedia yang lolos evaluasi UKPBJ. Setelah berkas kembali ke kami, kami harus bergerak cepat karena waktu pengerjaan memang terbatas,” jelasnya.
Untuk mengejar ketertinggalan, PUPR kemudian menempuh mekanisme katalog mini kompetisi.
Langkah itu langsung menemukan penyedia yang memenuhi syarat, sehingga proyek bisa segera berjalan.
Total anggaran penataan lahan mencapai Rp 2,5 miliar, mencakup perencanaan dan pekerjaan fisik.
Kerusakan jalan yang semakin meluas membuat warga mulai memprotes.
Tak sedikit kendaraan warga terganggu karena permukaan jalan ambles dan berlubang setelah dilintasi truk uruk berulang kali.
Menanggapi itu, PUPR telah memerintahkan penyedia proyek melakukan penanganan darurat agar warga tetap bisa beraktivitas.
“Kami sudah menyampaikan kepada penyedia, kalau kerusakannya mengganggu warga, maka mereka harus melakukan perbaikan sementara,” tegas Anjang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek memastikan kerusakan tidak akan dibiarkan.
Anjang menegaskan bahwa perbaikan permanen jalan Desa Ngares telah masuk dalam prioritas APBD 2026.
Dia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak merupakan konsekuensi yang hampir selalu muncul dalam pekerjaan urugan skala besar.
Meski begitu, pemerintah memastikan dampaknya tidak akan ditanggung warga seorang diri.
Dengan komitmen perbaikan yang sudah masuk perencanaan, masyarakat diharapkan tidak terlalu khawatir meskipun aktivitas proyek masih berjalan.
“Setelah pekerjaan urukan selesai, kami memprioritaskan perbaikan permanen melalui APBD 2026. Lokasinya nanti termasuk area sekitar Sungai Temon yang mengalami kerusakan cukup besar,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kabid Bina Marga dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Trenggalek tersebut. (jaz/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah